Bandar Lampung — Antusiasme terhadap olahraga renang di Kota Bandar Lampung menunjukkan geliat positif. Kejuaraan Renang Antar Perkumpulan dan Pelajar se-Kota Bandar Lampung yang menjadi bagian dari Pekan Olahraga Kota (Porkot) 2025 sukses melampaui target peserta.
Sebanyak 560 atlet ambil bagian dalam ajang yang digelar di Kolam Renang Pahoman, pada 27–28 Desember 2025. Kejuaraan ini diselenggarakan oleh Pengurus Akuatik Indonesia Kota Bandar Lampung dan menjadi kali pertama cabang olahraga renang dipertandingkan dalam agenda Porkot.
Porkot cabang renang mempertandingkan dua kelompok besar. Pertama, Kategori Championship yang digelar secara terbuka (open). Kedua, Kategori Fun Swimming yang menyasar kelompok usia pelajar, mulai dari SD kelas 1–2, SD kelas 3–4, SD kelas 5–6, SMP, hingga SMA.
Ketua Panitia Porkot Renang, Musarofah, menegaskan bahwa ajang ini dirancang sebagai ruang awal pembinaan atlet usia dini di Bandar Lampung.
“Tujuan utama kegiatan ini adalah menjadi wadah lahirnya bibit-bibit atlet renang muda Kota Bandar Lampung. Melalui Porkot, kami ingin mendorong peran aktif sekolah dan klub renang dalam meningkatkan prestasi,” ujar Musarofah.
Menurut dia, kejuaraan ini juga menjadi sarana edukasi publik bahwa renang bukan sekadar olahraga prestasi, melainkan aktivitas positif yang dapat diikuti seluruh lapisan masyarakat.
“Kami ingin menumbuhkan sportivitas serta memperkuat hubungan persahabatan antarpelajar dan masyarakat melalui olahraga renang,” katanya.
Musarofah yang akrab disapa Eva mengaku tidak menyangka respons masyarakat begitu besar. Panitia awalnya menargetkan 500 peserta, namun jumlah atlet yang mendaftar justru melampaui ekspektasi.
“Alhamdulillah, peserta mencapai 560 orang. Ini di luar perkiraan kami dan menjadi sinyal positif bagi masa depan renang di Bandar Lampung,” ujarnya.
Ketua Umum Pengurus Kota Akuatik Indonesia Bandar Lampung, Sumarwan, turut mengapresiasi keberhasilan penyelenggaraan Porkot renang, terutama karena persiapan yang terbilang singkat.
“Waktu kerja panitia hanya sekitar satu minggu dan semuanya serba cepat. Namun, kami bersyukur Porkot Renang yang pertama kali digelar ini bisa berjalan dengan baik,” kata Sumarwan.
Ia berharap Porkot 2025 dapat dimanfaatkan klub-klub renang sebagai ajang evaluasi pembinaan setelah sekian lama berlatih tanpa kompetisi besar di tingkat kota.
“Mudah-mudahan dari sini lahir perenang-perenang muda potensial yang kelak bisa mengharumkan nama Bandar Lampung di level yang lebih tinggi,” tutup Sumarwan.
Keberhasilan Porkot Renang 2025 ini dinilai menjadi momentum penting bagi penguatan ekosistem olahraga akuatik di Bandar Lampung, sekaligus membuka peluang pembinaan atlet secara berjenjang dan berkelanjutan.












