Jelang Ramadan, Bandar Lampung Perkuat Sinergi Kendalikan Inflasi

Foto : Ist/BI/HO

 

Inflasi Januari 2026 tercatat 0,18 persen (mtm) dan 1,43 persen (yoy); pasar murah digelar di 60 titik.

Bandar Lampung, – Pemerintah Kota Bandar Lampung memperkuat koordinasi lintas sektor untuk menjaga inflasi tetap dalam sasaran 2,5 ± 1 persen menjelang Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah. Penguatan sinergi tersebut ditegaskan dalam High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), Jumat (13/2).

Data BPS Kota Bandar Lampung menunjukkan inflasi Januari 2026 sebesar 0,18 persen secara bulanan (mtm) dan 1,43 persen secara tahunan (yoy). Tekanan inflasi terutama dipicu kenaikan harga emas perhiasan, kangkung, bayam, serta makanan jadi. Sebaliknya, cabai merah dan bawang merah mengalami deflasi.

Sebagai kota konsumsi, dinamika harga pangan olahan dan komoditas kebutuhan harian masyarakat dinilai berpengaruh signifikan terhadap pergerakan inflasi daerah.

Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung menekankan penguatan strategi pengendalian inflasi melalui kerangka 4K, yakni keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif. Risiko tekanan harga juga dipengaruhi komoditas global seperti jagung dan kedelai, serta keterbatasan dukungan anggaran pusat pada sektor hortikultura.

Pemerintah kota akan menggelar pasar murah di 20 kecamatan pada 60 titik distribusi pada 20 Februari, 3 Maret, dan 13 Maret 2026. Komoditas yang disediakan meliputi beras premium, minyak goreng, gula pasir, dan telur ayam ras. Edukasi pengendalian inflasi juga dilakukan melalui pemanfaatan videotron di Bundaran Gajah.

Dari sisi pasokan, Perum Bulog memastikan Cadangan Beras Pemerintah dalam kondisi aman. Pemerintah daerah juga menyiapkan cadangan beras intervensi sebanyak 15 ton. Sementara itu, Badan Pangan Nasional mengaktifkan satgas pengawasan harga, keamanan, dan mutu pangan untuk menjaga stabilitas pasar dan perlindungan konsumen.

Di sektor energi, Pertamina menjamin ketersediaan BBM dan LPG 3 kilogram. Aparat kepolisian dan TNI turut mendukung pengamanan distribusi logistik selama periode Ramadan dan Idulfitri 2026.

Pemerintah kota optimistis penguatan koordinasi, stabilitas pasokan, serta intervensi pasar mampu menjaga daya beli masyarakat dan memastikan stabilitas harga hingga Idulfitri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *