Lampung Selatan (okehnews)-Antrean kendaraan truk logistik di pelabuhan pembantu milik PT Sumur Makmur Abadi (SMA), Desa Sumur, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Lampung Selatan, mengular hingga sekitar lima kilometer pada Kamis.
Berdasarkan pantauan di lokasi, sejumlah truk pengangkut kebutuhan logistik seperti buah-buahan, sayuran, dan bahan pangan lainnya terjebak kemacetan hingga 10 jam.
Petugas gabungan TNI dan Polri terlihat melakukan pengaturan lalu lintas untuk mengurai kepadatan di ruas Jalan Lintas Timur, Kecamatan Ketapang.
Salah seorang sopir truk, Toni, mengaku telah mengantre sejak dini hari namun belum dapat masuk ke area pelabuhan.
“Saya dari jam dua malam di sini, terjebak macet sampai sekarang belum juga bergerak untuk bisa masuk ke pelabuhan,” ujarnya saat ditemui di pintu masuk pelabuhan PT SMA.
Ia mengatakan, berdasarkan informasi yang diterimanya dari petugas, antrean terjadi akibat lonjakan jumlah kendaraan logistik yang dialihkan untuk menyeberang ke Pulau Jawa melalui pelabuhan tersebut.
Para sopir, lanjut dia, mengeluhkan lamanya waktu tunggu dan pelayanan, karena sebagian muatan yang dibawa berisiko rusak.
“Kasihan para sopir yang mengangkut buah-buahan dan sayuran, akibat kemacetan ini muatan kami terancam busuk dan tidak bisa dijual lagi di kota,” katanya.
Informasi di lapangan menyebutkan, dari delapan kapal yang disiagakan, saat ini hanya dua unit kapal berukuran kecil yang beroperasi untuk melayani penyeberangan kendaraan logistik.
Sementara itu, Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Lampung Selatan Iptu Erza Nasution mengatakan pihaknya telah menerjunkan personel untuk melakukan pengaturan lalu lintas di sejumlah titik.
“Petugas telah kita terjunkan di titik-titik tertentu untuk mengatur arus lalu lintas dan mengantisipasi agar lalu lintas tetap lancar,” ujarnya.
Ia menambahkan, sebagian kendaraan truk telah dialihkan ke pelabuhan alternatif guna mengurangi kepadatan.
“Kepadatan antrean sudah terurai, sebagian kendaraan truk telah dialihkan ke Pelabuhan Wika Beton,” kata dia.












