Bandar Lampung, (okehnews) – Koperasi Merah Putih di Kota Bandar Lampung mulai bergerak dari sekadar nama di atas kertas. Dari 126 koperasi yang telah terbentuk, sebanyak 74 di antaranya kini sudah memiliki gerai atau unit usaha yang aktif.
Pemkot Bandar Lampung pun memasang target lebih tinggi. Seluruh koperasi yang telah terbentuk diharapkan memiliki unit usaha dan mampu menjalankan aktivitas ekonomi secara berkelanjutan pada tahun depan.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Bandar Lampung Riana Apriana mengatakan, gerai yang dimiliki koperasi tersebut terdiri atas tempat usaha milik sendiri maupun lokasi yang masih berstatus sewa.
“Kalau yang terbentuk sudah 126 koperasi. Namun yang sudah punya unit usaha atau gerai, baik milik sendiri maupun sewa, saat ini ada 74 koperasi,” ujar Riana, Senin (17/8/2026).
Menurut Riana, sebagian koperasi yang sudah berjalan saat ini masih mengandalkan usaha simpan pinjam. Karena itu, pemerintah kota mendorong agar koperasi tidak berhenti pada aktivitas pembiayaan, tetapi mulai mengembangkan unit usaha yang dapat menghasilkan perputaran ekonomi di tingkat kelurahan.
Targetnya, 126 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang telah terbentuk dapat memiliki aktivitas usaha pada tahun depan.
“Mudah-mudahan tahun depan sudah 126 dan bisa berjalan semua unit usahanya,” jelasnya.
Disiapkan Modal hingga Hibah
Untuk mengejar target tersebut, Pemkot Bandar Lampung menyiapkan sejumlah skema dukungan. Salah satunya berupa bantuan modal yang diberikan secara bertahap.
Pada tahun ini, bantuan modal diawali untuk 50 koperasi. Selain itu, pemerintah memberikan apresiasi kepada koperasi yang dinilai mampu menunjukkan kinerja dan prestasi dalam pengelolaannya.
Dalam rangkaian peringatan Hari Koperasi, sebanyak 20 koperasi berprestasi menerima piagam penghargaan. Sejumlah tokoh yang dinilai berperan dalam menggerakkan koperasi juga mendapat plakat penghargaan.
Dukungan lainnya berupa bantuan hibah sebesar Rp10 juta per koperasi bagi unit koperasi yang berprestasi untuk tahun 2025.
Pemkot juga menggandeng Kodim dalam pembangunan sembilan gerai melalui skema kerja sama. Gerai tersebut tersebar di sembilan kecamatan.
Riana menyebut pembangunan fisik sembilan gerai tersebut telah rampung dan kini masuk tahap penyelesaian.
“Saat ini konstruksi fisik bangunan telah selesai dan memasuki tahap penyelesaian (finishing),” katanya.
UMKM Bisa Akses Pinjaman Bunga 0 Persen
Selain memperkuat koperasi, Pemkot Bandar Lampung juga mempertahankan dukungan pembiayaan bagi pelaku usaha mikro melalui program pinjaman dengan subsidi bunga 0 persen.
Skema tersebut tetap menggunakan mekanisme perbankan. Pemkot berperan memberikan subsidi bunga sehingga pelaku UMKM yang memenuhi ketentuan program dapat memperoleh pembiayaan tanpa beban bunga.
Sementara itu, apabila terjadi keterlambatan pembayaran atau tunggakan, konsekuensinya menjadi tanggung jawab pelaku UMKM.
Plafon pinjaman yang dapat diajukan berada di kisaran Rp5 juta hingga Rp50 juta. Besaran pembiayaan tidak otomatis sama bagi setiap pemohon karena tetap disesuaikan dengan hasil verifikasi kelayakan oleh pihak perbankan.
Riana mengatakan program tersebut sejauh ini berjalan cukup baik. Pelaku UMKM yang memiliki riwayat pembayaran lancar bahkan berpeluang mengajukan pembiayaan dengan plafon lebih besar pada tahun berikutnya.
“Selama ini program bunga 0 persen berjalan aman. Pelaku UMKM yang memiliki catatan pembayaran lancar pada tahun pertama bahkan dapat melanjutkan pengajuan pinjaman dengan plafon yang lebih besar di tahun berikutnya,” pungkas Riana.
Dengan penguatan koperasi sekaligus akses pembiayaan UMKM, Pemkot Bandar Lampung berharap aktivitas ekonomi tidak hanya terkonsentrasi di pusat kota. Koperasi di tingkat kelurahan diharapkan mampu menjadi simpul baru perputaran usaha dan pembiayaan masyarakat.












