Kebakaran TN Way Kambas, Gubernur dan Pangdam Pastikan Gajah Sumatra Aman

Gubernur Lampung dan Pangdam XXI/Radin Inten meninjau TN Way Kambas. Gajah Sumatra dipastikan aman setelah kebakaran hutan dan lahan.

Lampung Timur, (okehnews) – Kekhawatiran terhadap kondisi satwa liar di tengah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Taman Nasional Way Kambas (TNWK) menjadi perhatian jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Lampung.

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal bersama Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi turun langsung meninjau kawasan konservasi tersebut pada Senin (31/8/2026).

Salah satu fokus peninjauan adalah memastikan kondisi gajah sumatra yang berada di kawasan TNWK. Berdasarkan pengecekan di lapangan, gajah-gajah disebut tidak terdampak kebakaran.

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengatakan, pengecekan dilakukan untuk memastikan informasi mengenai kondisi satwa di tengah kebakaran sesuai dengan keadaan sebenarnya.

“Tadi kita cek keadaan gajah-gajah, karena banyak sekali isu beredar termakan oleh kebakaran. Ternyata kita melihat gajah-gajah kita sehat walafiat, aman, senang, tenang,” kata Rahmat di lokasi.

Menurut dia, pemantauan terhadap kawasan TNWK tetap dilakukan meski titik api yang sebelumnya muncul telah ditangani.

“Teman-teman dari Kodam, teman-teman dari kepolisian masih standby di sini. OMC kita juga sudah, kemudian melakukan sosialisasi dan memonitoring,” ujarnya.

Titik Api Dipantau dengan Drone Thermal

Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi mengatakan, penanganan kebakaran dilakukan melalui koordinasi antara tim di darat dan dukungan dari udara.

Ia memastikan gajah yang berada di kawasan TNWK tidak terdampak kebakaran.

“Jadi kita melihat bahwa gajah-gajah ini hari ini yang ada di Taman Nasional Way Kambas ini tidak terdampak oleh karena kebakaran hutan. Jadi aman,” kata Kristomei.

Menurut dia, pemantauan tidak hanya dilakukan secara visual. Tim juga menggunakan drone thermal untuk mendeteksi titik panas yang masih tersisa, termasuk yang berada di kawasan sulit terpantau secara langsung.

“Kemarin dua hari lalu masih ada titik api, tapi hanya dua titik api, langsung kita water bombing,” jelasnya.

Pemantauan kemudian dilanjutkan menggunakan drone thermal. Ketika ditemukan titik panas, tim melakukan penanganan untuk mendinginkan lokasi tersebut.

“Setelah drone thermal tahu titik apinya, kita kirim drone penyemprot. Jadi langsung biru dia, langsung dingin,” ujarnya.

Kristomei meminta masyarakat ikut menjaga kawasan konservasi tersebut. Menurutnya, pencegahan menjadi bagian penting agar kebakaran serupa tidak kembali terjadi.

“Sama-sama menjaga Taman Nasional ini. Kita pelihara, tidak ada lagi yang melakukan perburuan liar, tidak ada lagi perambahan, tidak ada lagi yang membakar lahan,” tegasnya.

TNI-Polri Masih Siagakan Personel

Sementara itu, Karo Ops Polda Lampung Kombes Pol Fadly Munzir Ismail mengatakan, personel TNI dan Polri masih disiagakan untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan di wilayah Lampung Timur.

Selain pemadaman, personel juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat di sekitar kawasan.

“Untuk sosialisasi dengan masyarakat kita dari TNI, dari Polairud dan Baharkam sampai dengan hari ini masih menyiapkan dengan personel kurang lebih satu pleton di wilayah Lampung Timur untuk membantu pemadaman kebakaran hutan dan lahan,” kata Fadly.

Penanganan juga didukung peralatan untuk mendeteksi titik panas. Salah satunya drone thermal yang digunakan untuk membantu menemukan titik api yang masih berada di dalam kawasan.

“Kita dibantu dengan alat yang kemarin dari water bombing dan dari BNPB, alat-alat kebakaran rumah, ada drone yang ada thermal yang dapat memantau titik-titik api masih ada di dalam gambut tersebut,” ujarnya.

Peninjauan tersebut turut diikuti Kapoksahli Pangdam XXI/Radin Inten Brigjen TNI Sriyanto yang juga Ketua Komite Gabungan Mitigasi dan Penanganan Interaksi Negatif Gajah Sumatra di TN Way Kambas, Bupati Lampung Timur, Kepala Balai Taman Nasional Way Kambas, serta unsur terkait lainnya.

Bagi kawasan konservasi seperti TN Way Kambas, memastikan api padam bukan menjadi satu-satunya pekerjaan. Pemantauan kawasan dan perlindungan satwa tetap diperlukan untuk mencegah dampak lanjutan terhadap habitat gajah sumatra dan satwa liar lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *