Arus Balik H+1 Meledak, 91 Ribu Orang Tinggalkan Sumatera—Kendaraan Naik 70 Persen

Lampung Selatan – Arus balik Lebaran 2026 di lintasan Sumatera–Jawa mulai “panas”. Data Posko Angkutan Lebaran mencatat lonjakan signifikan pada H+1, terutama dari Pelabuhan Bakauheni.

General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Utama Bakauheni, Partogi Tambunan menyebut, selama 24 jam (23 Maret 2026), tercatat 159 trip beroperasi.

Sebanyak 91.657 penumpang menyeberang dari Sumatera ke Jawa—melonjak 58,6 persen dibanding tahun lalu. Lonjakan lebih tajam terjadi pada kendaraan, yang tembus 25.332 unit atau naik 70,4 persen.

Kenaikan paling mencolok terjadi pada truk yang melonjak hingga 153,2 persen. Sementara roda dua naik 87 persen dan mobil pribadi 53,8 persen. Artinya, arus balik bukan hanya didominasi pemudik, tapi juga distribusi logistik mulai bergerak agresif.

Tak hanya harian, akumulasi H-10 hingga H+1 juga menunjukkan tren serupa. Total 572.270 orang sudah menyeberang ke Jawa, naik 11,8 persen. Kendaraan mencapai 127.363 unit atau tumbuh 19,7 persen.

Sebaliknya, dari arah Jawa ke Sumatera melalui Pelabuhan Merak, pergerakan relatif lebih landai. Tercatat 42.661 penumpang menyeberang atau naik 14,7 persen.

Total kendaraan dari Jawa ke Sumatera mencapai 9.661 unit—hanya naik 10,9 persen. Meski demikian, lonjakan tetap terlihat pada truk (67,7 persen) dan bus (49,5 persen).

Secara kumulatif, pergerakan Jawa–Sumatera sejak H-10 hingga H+1 mencapai hampir 1 juta orang, tepatnya 995.119 penumpang. Namun kenaikannya tipis, hanya 1,5 persen dibanding tahun lalu.

Lonjakan tajam di Bakauheni menegaskan arus balik menuju Jawa sudah memasuki fase krusial. Ketimpangan volume dua arah juga menjadi sinyal kuat: gelombang balik lebih besar dibanding arus masuk ke Sumatera.

Dengan tren ini, potensi kepadatan di pelabuhan dan jalur lanjutan diperkirakan masih akan berlanjut dalam beberapa hari ke depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *