Gajah Way Kambas Dipersiapkan Hidup Tanpa Rantai

Lampung, (okehnews)-Pengelolaan gajah di Pusat Konservasi Gajah (PKG) Taman Nasional Way Kambas memasuki tahap perubahan. Satwa-satwa tersebut dipersiapkan untuk hidup lebih bebas tanpa penggunaan rantai dan gancu.

Upaya itu dilakukan melalui pendampingan tim Elephant Nature Park (ENP) dari Chiang Mai, Thailand. Tim konservasi tersebut berbagi pengalaman dalam pengelolaan gajah yang mengutamakan kesejahteraan satwa.

Founder and Director ENP Thailand Saengduean “Lek” Chailert mengatakan, timnya datang untuk membantu melatih gajah agar dapat kembali hidup berkelompok.

“Kami datang untuk melatih gajah agar menjadi kawanan, melepaskan gajah dari rantai dan membiarkan mereka menjadi keluarga lagi,” kata Lek saat ditemui di Taman Nasional Way Kambas, Kamis (1/10/2026).

Menurut dia, pola pengelolaan gajah di Way Kambas masih berbeda dengan yang diterapkan di ENP. Di Thailand, gajah dikelola dengan pola yang memungkinkan satwa bergerak lebih bebas.

“Di sini mereka masih menggunakan rantai, masih menggunakan hook, dan itu perlu dilepaskan,” ujarnya.

Selain metode perawatan, Lek juga menyoroti kondisi sejumlah anak gajah di Way Kambas. Dia menilai asupan makanan dan nutrisi perlu mendapat perhatian lebih.

“Anak-anak gajah di sini cukup kurus. Mereka membutuhkan lebih banyak nutrisi dan makanan,” katanya.

Pendampingan juga diberikan kepada para mahout yang sehari-hari menangani gajah. Sebelumnya, sejumlah mahout Indonesia telah mengikuti pelatihan di proyek ENP di Thailand.

“Mereka sudah menerima pelatihan di proyek kami di Thailand dan memahami konsep bagaimana merawat gajah,” ujar Lek.

ENP juga menempatkan seorang manajer mahout untuk tinggal dan bekerja bersama tim di Way Kambas. Pendampingan itu dilakukan untuk membantu proses transisi menuju pola pengelolaan yang memungkinkan gajah bergerak lebih bebas.

Direktur Perencanaan Konservasi Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Kehutanan RI Dr. Ahmad Munawir mengatakan, kehadiran tim ENP menjadi kesempatan bagi pengelola PKG untuk mendapatkan pengalaman langsung dari Thailand.

“Kita di sini bersama tim dari Elephant Nature Park di Chiang Mai, Thailand. Beliau di sini membantu mahout kita bagaimana mengelola gajah yang lebih welfare, memperhatikan kesejahteraannya tanpa menggunakan rantai dan hook,” kata Ahmad.

Tim ENP telah berada di Way Kambas selama tiga hari. Sebagian anggota tim juga dijadwalkan tetap mendampingi para mahout selama beberapa pekan ke depan.

PKG Way Kambas sendiri memiliki sedikitnya dua dokter hewan yang bersiaga untuk mendukung pemantauan kesehatan dan penanganan gajah.

Ahmad berharap proses pendampingan tersebut dapat mempercepat kesiapan gajah-gajah di Way Kambas untuk menjalani pola hidup yang lebih bebas.

“Mudah-mudahan dalam satu minggu ke depan gajah-gajah kita sudah siap untuk hidup bebas seperti yang kita bayangkan,” ujarnya.

Infrastruktur Disiapkan

Perubahan metode pengelolaan gajah tidak hanya membutuhkan kesiapan satwa dan mahout. Infrastruktur pendukung di PKG Way Kambas juga terus dibenahi.

Ketua Komite Gabungan Mitigasi dan Penanganan Interaksi Negatif Gajah Sumatra di Taman Nasional Way Kambas Brigjen TNI Sriyanto menyambut positif kehadiran tim ENP.

Menurut dia, kolaborasi tersebut menjadi momentum untuk mentransfer pengetahuan dan pengalaman mengenai perawatan gajah dengan standar kesejahteraan satwa.

“Kedatangan tim Elephant Nature Park dari Thailand ini menjadi momentum yang sangat baik untuk mentransfer ilmu dan pengalaman nyata dalam merawat gajah dengan standar kesejahteraan satwa modern,” kata Sriyanto.

Dia mengatakan, pelatihan tersebut penting agar para mahout semakin terlatih menangani gajah secara humanis dan tanpa paksaan fisik.

“Pelatihan dari tim ENP ini memberikan pemahaman baru bagi para perawat gajah kita, sehingga proses melepaskan gajah dari belenggu rantai dan gancu dapat berjalan aman serta terukur,” ujarnya.

Sriyanto menambahkan, penerapan metode tanpa rantai dan gancu harus dibarengi kesiapan sarana.

“Peralihan menuju metode tanpa rantai dan gancu ini tentu harus diimbangi dengan kesiapan infrastruktur di lapangan,” katanya.

Pembangunan dan perbaikan fasilitas di PKG Way Kambas kini dipercepat. Di antaranya penyiapan paddock terbuka yang aman, fasilitas pakan bernutrisi, serta area perawatan medis.

“Seluruh kegiatan pembenahan sarana ini kami kawal agar tercipta ekosistem yang benar-benar menjamin keselamatan satwa maupun petugas yang mendampinginya,” pungkas Sriyanto.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong pengelolaan gajah Way Kambas yang semakin mengedepankan kesejahteraan satwa, sekaligus memastikan keselamatan para petugas yang berinteraksi langsung dengan gajah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *