Bocah 7 Tahun Ditemukan Tewas, Operasi SAR di Pantai Sayar Pesisir Barat Resmi Ditutup

Pesisir Barat – Harapan keluarga pupus. Setelah tiga hari pencarian tanpa henti, Tim SAR Gabungan akhirnya menemukan Zepi Ardiansyah (7), bocah yang dilaporkan tenggelam di Pantai Sayar, Pekon Kota Karang, Kecamatan Pesisir Utara, Kabupaten Pesisir Barat, Lampung. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Senin (22/12/2025) siang.

Informasi tenggelamnya korban diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Lampung sejak hari pertama kejadian. Sejak itu, operasi SAR besar-besaran langsung digelar dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari Basarnas, TNI-Polri, BPBD, nelayan, hingga warga setempat.

Memasuki hari ketiga pencarian, Tim SAR Gabungan membagi kekuatan ke dalam dua Search and Rescue Unit (SRU). SRU laut melakukan penyisiran menggunakan perahu karet milik Basarnas dengan cakupan area sekitar 7 mil laut, mengacu pada prediksi peta SAR. Sementara SRU darat menyusuri bibir pantai hingga radius 4 kilometer dari titik awal korban dilaporkan tenggelam.

Sekitar pukul 14.00 WIB, secercah informasi datang dari nelayan setempat. Korban dilaporkan terlihat mengapung di laut, sekitar 9 kilometer dari lokasi kejadian awal. Tim SAR Gabungan langsung bergerak cepat menuju titik koordinat yang dimaksud.

“Benar, pada pukul 14.00 WIB korban tenggelam di Pantai Sayar ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, sekitar 9 kilometer dari lokasi kejadian,” ujar Wadanpos SAR Tanggamus, Nico Saputra, mewakili Kepala Kantor SAR Lampung, Deden Ridwansah.

Jenazah korban kemudian dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga di rumah duka untuk proses selanjutnya. Suasana duka menyelimuti keluarga dan warga sekitar yang sejak awal turut membantu pencarian.

Dengan ditemukannya korban, operasi SAR resmi dinyatakan ditutup. Seluruh unsur SAR Gabungan dikembalikan ke kesatuan masing-masing. Basarnas Lampung menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak, khususnya masyarakat dan nelayan setempat, yang telah bahu-membahu dalam proses pencarian.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap aktivitas anak-anak di kawasan pantai, terutama di tengah kondisi gelombang dan arus laut yang kerap sulit diprediksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *