Sepuluh Tahun Bertahan dengan Belalai Buntung, Kisah Erin dan Kesetiaan Mahout di Way Kambas

Lampung Timur, (okehnews)-Gemuruh langkah gajah terdengar di tengah belantara Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Kamis (1/10/2026). Di antara kawanan satwa bertubuh besar itu, seekor gajah betina berjalan perlahan.

Tubuhnya kini terlihat tegap. Namun, ada satu hal yang membuatnya berbeda dari gajah lain. Belalainya tidak lagi utuh.

Namanya Erin.

Sepuluh tahun lalu, Erin ditemukan dalam kondisi mengenaskan di kawasan Susukan Baru. Saat itu usianya diperkirakan baru sekitar 2,5 hingga 3 tahun.

Tubuhnya kurus. Luka parah menganga di bagian ujung belalainya. Erin bahkan ditemukan seorang diri setelah terpisah dari induk dan kelompoknya.

Luka itu diduga akibat jerat yang dipasang pemburu liar.

Dalam kondisi nyaris tak berdaya, Erin kemudian dievakuasi dan dibawa ke pusat pelatihan gajah di Way Kambas. Di tempat itulah perjalanan panjangnya untuk bertahan hidup dimulai.

Sosok yang kemudian paling dekat dengannya adalah Sukowiyono (56), mahout senior yang telah mengabdi sejak 1995.

“Yang jelas dari laporan kepala resort, terus dari tim patroli kita yang mengambil. Terus dibawa ke sini. Yang jelas sudah luka, luka benar. Itu sekitar umur 2,5 tahun, 3 tahun lah itu. Dulu sendiri. Ditinggal induknya,” kenang Sukowiyono.

Merawat Erin bukan pekerjaan mudah.

Belalai bagi gajah memiliki fungsi sangat penting. Organ itu digunakan untuk mengambil makanan, minum, berkomunikasi hingga membantu mendinginkan tubuh.

Kondisi Erin membuat banyak aktivitas yang bagi gajah lain terlihat sederhana menjadi sebuah tantangan.

Ia tidak dapat menyedot air menggunakan belalai secara normal. Erin juga tidak bisa dengan mudah mengambil lumpur untuk membasahi tubuhnya saat suhu panas.

Karena itu, Sukowiyono harus memberikan perhatian lebih.

“Lebih ekstra. Karena dia putus belalainya, terus enggak seperti gajah lain bisa main lumpur di rawa. Siang kita telaten mandiin lumpur biar dingin badannya. Terus makan juga kita ajarin,” tuturnya.

Pada masa awal perawatan, makanan bahkan harus diberikan langsung ke mulut Erin. Perlahan, Sukowiyono mengajarinya beradaptasi dengan kondisi fisiknya.

Ia belajar menggunakan sisa belalai untuk mengambil makanan dan menyesap cairan.

Pendekatan dilakukan secara perlahan. Rumput segar juga kerap diberikan untuk membangun kedekatan sekaligus mengurangi ketakutan Erin terhadap manusia.

“Memang sudah ada makanan, cuma kita kasih tambahan dari kita. Biar pendekatan-pendekatan. Ya memang sudah profesi kita dan sudah tupoksi kita di sini sesuai dengan SK. Kita melatih gajah,” kata Sukowiyono.

Waktu berlalu.

Kini Erin telah berusia sekitar 13 tahun. Kondisi fisiknya jauh lebih baik dibanding saat pertama ditemukan. Ia tumbuh menjadi gajah remaja yang sehat dan mampu menjalani aktivitas sehari-hari dengan keterbatasannya.

Namun, ada bagian dari masa lalunya yang seolah masih tertinggal.

Erin cenderung menyendiri. Ketika gajah berukuran lebih besar mendekat, ia kerap memilih menjauh.

“Namanya cacat, makanya dia agak minder lah yang jelas itu. Karena lebih besar yang mendekati. Kalau sama yang kecil juga enggak apa-apa,” ujar Sukowiyono.

Masa depan Erin masih menunggu arah kebijakan program konservasi di TNWK.

Tetapi bagi Sukowiyono, satu hal tidak berubah: Erin tetap harus dijaga.

“Kita kan nunggu program ini nanti bagaimana. Kita belum tahu. Alhamdulillah sampai sekarang semangat. Tiap hari semangat,” katanya.

Di kawasan Way Kambas, yang menjadi rumah bagi puluhan gajah jinak dan ratusan gajah liar, kisah Erin menjadi pengingat bahwa jerat satwa liar tidak hanya meninggalkan luka pada tubuh.

Ia bisa mengubah seluruh perjalanan hidup seekor satwa.

Belalai Erin memang tidak akan kembali seperti semula.

Namun, sepuluh tahun setelah ditemukan dalam kondisi nyaris tak berdaya, ia masih berdiri dan terus berjalan.

Dan di setiap langkahnya, ada kesabaran seorang mahout bernama Sukowiyono yang sejak awal memilih untuk tidak membiarkannya menghadapi hidup sendirian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *