Banjir Bandar Lampung Meluas, 5.800 KK Terdampak, Eva Dwiana Genjot Normalisasi Sungai

Bandar Lampung (okehnews)-Wali Kota Bandar Lampung, menegaskan komitmennya mempercepat penanganan banjir melalui normalisasi sungai dan pembenahan sistem drainase di sejumlah titik rawan.

Pernyataan tersebut disampaikan di tengah masih tingginya dampak banjir yang melanda puluhan wilayah di kota tersebut.

Berdasarkan data pemerintah kota, sedikitnya 36 titik terdampak, dengan total 5.800 kepala keluarga (KK) merasakan dampaknya.

Eva menyebut, langkah konkret yang saat ini dilakukan antara lain pembersihan sedimen tebal di gorong-gorong untuk memastikan aliran air tetap lancar saat hujan.

“Pemerintah kota terus bergerak cepat, termasuk membersihkan saluran yang tersumbat agar tidak memperparah genangan,” ujarnya, Kamis (16/4), usai menyalurkan bantuan kepada warga terdampak di Kecamatan Labuhan Ratu.

Selain penanganan teknis di lapangan, Eva juga menekankan pentingnya koordinasi lintas instansi, khususnya dengan (BBWS). Ia menilai, persoalan banjir tidak bisa diselesaikan secara parsial.

“Harus duduk bersama, mana yang menjadi tanggung jawab masing-masing, supaya bisa diselesaikan bersama,” tegasnya.

Namun demikian, upaya kolaborasi tersebut dinilai menjadi pekerjaan rumah tersendiri. Selama ini, kewenangan pengelolaan sungai yang terbagi antara pemerintah pusat dan daerah kerap memicu lambannya penanganan di lapangan.

Sejumlah wilayah juga masih menghadapi kendala struktural. Di Kecamatan Tanjung Senang, misalnya, pembangunan sempat terhambat. Pemerintah kota kini mulai melakukan penataan konstruksi bangunan sebagai bagian dari normalisasi kawasan.

Eva mengklaim master plan mitigasi banjir di Bandar Lampung telah mulai berjalan. Meski sebagian kewenangan berada di bawah balai, pihaknya tetap mengambil langkah cepat dengan mengerahkan sumber daya daerah.

Di sisi lain, distribusi bantuan bagi korban banjir juga terus dilakukan. Data pemerintah kota mencatat, 661 warga di Kecamatan Bumi Waras dan 743 warga di Kecamatan Tanjung Karang Pusat telah menerima bantuan. Secara keseluruhan, bantuan disalurkan ke sembilan kecamatan terdampak.

Meski berbagai langkah telah digencarkan, efektivitas penanganan banjir masih menjadi perhatian. Pasalnya, banjir di Bandar Lampung bukan persoalan baru dan berulang setiap musim hujan.

Pengamat menilai, selain normalisasi sungai dan drainase, penataan tata ruang serta pengendalian pembangunan di kawasan resapan air juga menjadi faktor krusial yang perlu dibenahi secara serius.

Tanpa pembenahan menyeluruh dan konsisten lintas sektor, upaya jangka panjang yang digaungkan dikhawatirkan belum mampu sepenuhnya menjawab persoalan banjir yang terus berulang di Kota Tapis Berseri.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *