Curah Hujan Tinggi Sebabkan Banjir di Bandar Lampung, 34 Wilayah Terdampak

Bandar Lampung (okehnews) – Banjir melanda puluhan titik di Kota Bandar Lampung pada Selasa (14/4/2026) malam setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut. Satu orang warga dilaporkan meninggal dunia dalam peristiwa ini.

Berdasarkan laporan BPBD Provinsi Lampung, hujan mulai turun sekitar pukul 18.30 WIB dan menyebabkan genangan air di sejumlah kawasan mulai pukul 20.00 WIB.

Data BMKG mencatat curah hujan mencapai 75,2 mm di beberapa wilayah, antara lain Kemiling, Sukarame, Tanjung Karang Barat, Panjang, hingga Teluk Betung.

“Genangan terjadi di sejumlah ruas jalan dan permukiman warga akibat tingginya intensitas hujan dalam waktu singkat,” kata Humas BPBD Provinsi Lampung Wahyu Hidayat dalam keterangan tertulis, Rabu (15/4/2026).

Sedikitnya 34 titik di Bandar Lampung terdampak banjir, di antaranya Jalan Raden Intan, Jalan ZA Pagar Alam, Jalan Sultan Agung, Jalan Teuku Umar, hingga kawasan permukiman di Way Halim, Sukabumi, dan Kedamaian. Selain banjir, satu titik tanah longsor juga dilaporkan terjadi di Jalan Adi Sucipto, Kelurahan Kebon Jeruk.

BPBD mencatat satu korban jiwa dalam kejadian ini, yakni seorang perempuan bernama Dewi, warga Kelurahan Garuntang.

Tim gabungan yang terdiri dari BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, TNI, Polri, Basarnas, PMI, dan Satpol PP telah dikerahkan untuk melakukan evakuasi dan penanganan di lokasi terdampak.

“Saat kejadian, personel gabungan langsung turun ke lapangan membantu evakuasi warga serta penanganan darurat,” ujar Wahyu.

Hingga Rabu pagi, kondisi banjir dilaporkan telah surut. Petugas masih melakukan pendataan serta membantu warga membersihkan rumah yang terdampak.

Sementara itu, BMKG mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem. Pada siang hingga malam hari, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai kilat dan angin kencang masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Lampung, termasuk Bandar Lampung.

BPBD mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di daerah rawan banjir dan longsor, serta segera melaporkan jika terjadi kondisi darurat di lingkungan masing-masing.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *