Lampung Selatan — OKEHNEWS — Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) mulai menunjukkan perannya sebagai bagian dari pengembangan layanan keuangan di tingkat desa. Hingga 12 Oktober 2026, sebanyak 220 agen BRILink yang beroperasi di KDKMP di seluruh Indonesia telah aktif bertransaksi dengan total nilai mencapai Rp700 juta.
Capaian tersebut menjadi salah satu perkembangan dalam upaya memperluas akses transaksi keuangan masyarakat melalui koperasi desa. Kehadiran agen BRILink diharapkan dapat mendekatkan layanan perbankan sekaligus memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah perdesaan.
SEVP Institution Business BRI, Suyitno, mengatakan ratusan agen tersebut telah mulai melayani transaksi masyarakat di berbagai daerah.
“Jadi yang sudah melakukan transaksi di seluruh Indonesia per 12 Oktober 2026 ada sebanyak 220 agen BRILink yang ada di Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih,” ujar Suyitno saat diwawancarai di Lampung Selatan, Kamis (15/10/2026).
Menurut Suyitno, total nilai transaksi dari 220 agen BRILink tersebut telah mencapai Rp700 juta hingga tanggal yang sama.
Untuk mendorong pemanfaatan layanan tersebut, BRI terus melakukan pendampingan kepada pengelola KDKMP, terutama dalam pengoperasian perangkat electronic data capture (EDC).
Melalui perangkat itu, masyarakat dapat melakukan transaksi keuangan di koperasi tanpa harus menempuh perjalanan lebih jauh untuk mencari ATM atau layanan perbankan lainnya.
“Kami terus melakukan pendampingan di Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih dalam pengoperasian electronic data capture (EDC). Karena melalui alat ini akan mudah sekali dalam bertransaksi, jadi tidak perlu terlalu jauh ke ATM bisa bertransaksi di Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih saja,” katanya.
Koperasi Desa Berpeluang Perkuat Perputaran Ekonomi
Selain memperluas akses transaksi keuangan, keberadaan agen BRILink di KDKMP juga diharapkan mendukung kemudahan masyarakat dalam mengakses bantuan sosial tunai, termasuk bantuan melalui Program Keluarga Harapan (PKH).
Suyitno menjelaskan, koperasi desa berpotensi menjadi tempat masyarakat membelanjakan uang bantuan yang telah diterima, terutama karena koperasi juga menyediakan sejumlah kebutuhan pokok.
“Untuk penyaluran bantuan sosial akan dikumpulkan di sini, jadi kalau sudah terima uang bantuan bisa langsung berbelanja di sini. Sebab di koperasi juga menyediakan barang-barang subsidi seperti LPG, beras SPHP dan lain sebagainya,” ujarnya.
Ketersediaan layanan transaksi keuangan dan barang kebutuhan masyarakat tersebut diharapkan dapat memperkuat fungsi koperasi sebagai pusat kegiatan ekonomi di tingkat desa.
Jika dikelola dengan baik, aktivitas tersebut berpotensi mempertemukan kebutuhan transaksi masyarakat dengan kegiatan perdagangan di koperasi. Dengan demikian, koperasi tidak hanya menjadi tempat pelayanan keuangan, tetapi juga dapat berperan dalam mendukung aktivitas ekonomi warga setempat.
Meski demikian, penguatan peran tersebut membutuhkan pengelolaan koperasi yang baik, ketersediaan barang sesuai kebutuhan masyarakat, serta layanan transaksi yang mudah diakses.
BRI Dorong KDKMP Jadi Agregator Ekonomi Desa
BRI berharap KDKMP dapat berkembang menjadi agregator utama di tingkat desa yang memfasilitasi masyarakat dalam mengakses bantuan sosial sekaligus memperoleh kebutuhan pangan.
Suyitno mengatakan dukungan BRI terhadap pengoperasian agen BRILink di koperasi desa diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat secara luas.
“Semoga dengan dukungan BRI dapat meningkatkan kemajuan masyarakat desa di seluruh Indonesia,” katanya.
Pengembangan layanan BRILink di KDKMP menjadi bagian dari upaya mendekatkan transaksi keuangan kepada masyarakat. Ke depan, keberhasilan program ini tidak hanya dilihat dari bertambahnya agen yang aktif, tetapi juga dari manfaat layanan tersebut bagi kemudahan transaksi dan perkembangan kegiatan ekonomi di desa.












