Bandar Lampung – Doktor dari Fakultas Syariah Universitas Islam Madinah, Syeikh Dr. Riyadh Ahmad Dhiyab menyampaikan tujuh langkah dalam menghafal Alquran.
Hal itu disampaikan Syeikh Dr. Riyadh saat menyambangi Mahad Al-Qurro’ Litahfidhil Quran Bandar Lampung pada Sabtu, 31 Desember 2022.
Menurut Syeikh Riyadh agar cepat dalam menghafal Alquran harus ada langkah-langkah yang dapat dilakukan, sehingga tak hanya cepat namun hafalan juga melekat di ingatan para penghafalnya.
Namun sebelum menjalani langkah-langkah tersebut, lanjutnya, kita harus terlebih dahulu mencintai Alquran, agar lebih mudah dalam menghafalkannya.
“Sering kali kita terpaksa dalam menghafal Alquran. Padahal sesungguhnya kita harus mencintai Alquran terlebih dahulu agar ketika menghafalkannya, maka akan memberikan ketentraman jiwa,” lanjutnya.
Setelah menanamkan cinta terhadap Alquran, maka kita bisa memulai tujuh langkah tersebut untuk lebih memudahkan dalam menghafal Alquran.
Adapaun langkah Pertama, kata salah satu dosen di Universitas Madinah itu, yaitu berdoa kepada Allah yang maha pengampun. “Kita harus terlebih berdoa kepada Allah agar kita dimudahkan dalam menghafal Al-Quran,”katanya.
Langkah yang kedua yaitu, memperbanyak beristigfar atau memohon ampun kepada Allah Swt.
“Alquran adalah kalam Ilahi (Allah), yang mengatur segala urusan kita adalah Allah, Allah lah yang menghidupkan dan mematikan kita, memberikan kita rezeqi. Untuk itu dengan senantiasa beristigfar kepada Allah, maka Allah akan memberkahi setiap apa yang kita lakukan,” ujarnya.
Ketiga, menjauhi maksiat. Menurut Syeikh Riyadh, menjauhi maksiat adalah salah satu langkah yang dapat dilakukan jika bersungguh-sungguh dalam menghafal Alquran.
“Al-quran adalah cahaya yang hanya diberikan kepada orang-orang dirinya senantiasa terhindar dari maksiat, karena pada dasarnya yang membuat kita dapat menghafal Alquran karena cahaya yang diberikan Allah Swt kepada kita,” tuturnya.
Keempat, mulai menghafal dari surat-surat pendek. Menurut Syekh Riyadh, untuk menghafal Alquran, kita harus memulainya dengan surat-surat yang pendek, agar kita tidak cepat bosan dalam menghafal Alquran.
“Terkadang kalau kita memulai dari surah-surah yang panjang, contohnya dari surah Al-Baqarah. Satu halaman sampai dua halaman mungkin masih semangat, namun setelah sampai beberapa halaman maka akan membuat kita merasa jenuh. Untuk itu, sebaiknya dimulai dari ayat-ayat yang pendek seperti An-Nas,” tuturnya.
Kelima, kata Syeikh, kita harus memperbanyak membaca atau dengan kata lain mengulang ngulang. Pasalnya, dengan banyak membaca akan lebih memudahkan kita dalam menghafal Alquran.
Keenam, tidak terburu-buru dalam menghafal Alquran. Syeikh Riyadh mengatakan bahwa kita tidak boleh terlalu terburu-buru dalam Alquran. Artinya, jangan terlalu memaksa diri ingin segera hafal banyak ayat.
Menurutnya, dengan menghafalkannya secara perlahan tentu akan membuat hafalan lebih kuat. “Kalau perlu tiap hari hanya menghafal setengah halaman, atau paling banyak satu halaman. Tentu itu akan membuat hafalan lebih melekat dan tidak gampang lupa kembali,” ujarnya.
Terkahir kata Syeikh atau yang ketujuh yakni membiasakan diri untuk membaca dengan keras saat hendak menghafal Al-quran.
“Tentu dengan melafalkan secara lantang ayat yang dibaca akan membuat hafalan melekat di otak, sehingga tidak mudah hilang. Karena dengan membaca keras akan merangsang memori di otak agar menyimpan hafalan secara lebih baik,” tandasnya.
Syeikh Riyadh menjelaskan bahwa setelah melakukan tujuh langkah itu secara istiqamah, maka kita akan cepat dalam menghafal Alquran.
“Insya Allah, jika kita bisa Istiqamah dalam menerapkan langkah-langkah tersebut, cahaya Alquran akan masuk dalam ke diri, sehingga kita semua bisa menjadi keluarga Allah. Karena penghafal Alquran, termasuk keluarga Allah Swt,” harapnya.
Sementara itu, Syeikh Riyadh, menambahkan ada dua hal penting dalam menghafal Alquran yaitu sabar dan mampu mengamalkannya.
Menurutnya, sabar adalah salah satu kunci untuk bisa menghafal Alquran. Pasalnya, menghafal Alquran membutuhkan sikap sabar dalam diri sehingga cahaya Alquran bisa masuk ke dalam diri.
Selain sabar, Syeikh juga menuturkan bahwa ada hal penting lainnya dalam menghafal Alquran, yaitu dengan mengamalkannya. Menurutnya, mengutip salah satu hadits Rasulullah Saw, “Sebaik-baik manusia adalah yang mempelajari (menghafal) Alquran dan mengamalkannya,” ujarnya.
“Kita tidak mencetak para penghafal Alquran yang seperti mushaf, yang hanya menyimpan ayat-ayat Alquran, melainkan manusia-manusia yang mampu mengamalkan Alquran,” tutupnya.












