Hukum  

Gindha Ansori Apresiasi Kinerja Polri Berantas Narkotika

Gindha Ansori Apresiasi Kinerja Polri Berantas Narkotika

Bandarlampung – Ketua DPC Gerakan Nasional Anti Narkotika (Granat) Kota Bandarlampung Gindha Ansori apresiasi kinerja Polri berantas narkotika.

Gindha Ansori Wayka menilai pemberantasan peredaran gelap narkotika di Indonesia sudah seharusnya menjadi prioritas utama.

“Penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika ini merupakan satu di antara dari kejahatan transnasional yang mesti ditangani secara komprehensif oleh semua lini untuk menyelamatkan anak bangsa,” ujar Gindha di Bandarlampung, Rabu (30/8/2023).

Hal itu disampaikan Gindha saat konsultasi dengan Ketua DPD Granat Provinsi Lampung Tony Eka Candra terkait rencana workshop penguatan kemampuan konselor atau tenaga penyuluh yang berasal pengurus DPC Granat Kota Bandarlampung tahun 2023.

“Fakta bahwa bisnis barang terlarang ini merupakan bagian dari sindikat internasional adalah ditangkapnya beberapa pelaku oleh jajaran kepolisian termasuk oleh Direktorat Reserse Narkoba Polda Lampung baru-baru ini,” jelas dia.

Gindha Ansori apresiasi kinerja Polri berantas narkotika dengan ditangkapnya para pelaku penyalahgunaan dan peredaran narkotika, baik langsung maupun melalui pengembangan jaringan sindikat internasional.

Termasuk selebgram APS asal Sumatera Selatan yang merupakan jaringan peredaran gelap narkotika tingkat internasional.

“Ini adalah bukti nyata bahwa begitu mengguritanya bisnis terlarang ini di tengah masyarakat,” tegas dia.

Berdasarkan informasi dari Badan Narkotika Nasional (BNN), lanjut Gindha, setidaknya ada 48 jaringan peredaran gelap narkotika yang bermain di tingkat global saat ini.

Advokat muda yang sempat viral gegara kritik Tiktoker Bima ini mengatakan Polri dan BNN patut diapresiasi atas capaian kinerja mereka di berbagai tingkatan.

“Kami menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi dan luar biasa atas penangkapan jaringan sindikat narkotika internasional ini oleh jajaran Polri, khususnya Polda Lampung, termasuk upaya BNN,” ujar dia.

Gindha berharap penindakan hukum terhadap para pelaku bisa memberikan efek jera.

“Semoga ini menjadi pelajaran bagi jaringan internasional lainnya untuk berpikir berulang kali masuk ke wilayah Indonesia,” pungkas Gindha.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *