Sertifikasi Nelayan Pulau Pasaran 1-4 September 2023

Sertifikasi Nelayan Pulau Pasaran 1-4 September 2023
Tim Penyuluh dan Instruktur Widyaiswara Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (BPPP) Tegal dan DKP Kota Bandarlampung memberikan pelatihan keterampilan mekanik mesin perikanan kepada 30 nelayan Pulau Pasaran, Kotakarang, Jumat (1/9/2023). Foto: Arsip DKP Kota Bandarlampung

Bandarlampung – Sertifikasi nelayan Pulau Pasaran di Kotakarang, Bandarlampung akan berlangsung selama empat hari mulai tanggal 1 hingga 4 September 2023.

Sub Koordinator Pelatihan Ahmad Harianto mewakili Kepala Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan Achmad Subijakto, A.PI., M.P mengatakan Tim Penyuluh dan Instruktur Widyaiswara Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (BPPP) Tegal telah turun ke Bandarlampung.

“Mereka melakukan pembinaan kepada 30 nelayan Pulau Pasaran dalam Pelatihan Perawatan dan Perbaikan Mesin Kapal Perikanan, di Pulau Pasaran,” ujar Hari sapaan akrabnya di Bandarlampung, Jumat (1/9/2023).

Kegiatan sertifikasi nelayan Pulau Pasaran ini merupakan yang kali pertama dilakukan karena menyandang predikat sebagai kawasan Kampung Nelayan Maju (Kalaju).

Hari berharap pelatihan mekanik mesin perikanan ini bisa dimanfaatkan sebaik mungkin oleh nelayan Pulau Pasaran.

“Semoga pelatihan ini melahirkan mekanik mesin perikanan yang bisa diandalkan. Sebab tidak hanya mampu memperbaiki kapal sendiri, tapi juga bisa mendapatkan penghasilan tambahan dengan memperbaiki mesin kapal yang lain,” kata dia.

Setelah menyelesaikan seluruh tahapan materi pelatihan, jelas Hari, peserta diwajibkan mengisi post test dan form evaluasi sebagai salah satu persyaratan dalam mendapatkan sertifikat.

Empat tahapan evaluasi sertifikasi nelayan di Pulau Pasaran.

Ada empat tahapan evaluasi sertifikasi nelayan di Pulau Pasaran, Kotakarang.

Pertama, peserta pelatihan wajib mengisi pre test dan post test sebagai evaluasi untuk mengukur kemampuan peserta dalam memahami materi yang telah disampaikan.

Kedua, evaluasi mencakup penyelenggaraan untuk mengukur kepuasan peserta dan menampung saran dan masukan para peserta pelatihan mengenai penyelenggaraan pelatihan, mulai dari pendaftaran sampai dengan terbit sertifikat

Ketiga, evaluasi pelatih sebagai wadah pelatih untuk dapat terus meningkatkan pelayanan dan kemampuannya dari saran dan masukan yang diberikan peserta pelatihan kepada pelatih.

Keempat, evaluasi pasca pendidikan dan pelatihan (diklat) untuk mengukur dan menilai capaian hasil diklat yang telah direncanakan secara objektif, sehingga dapat ditentukan tingkat keberhasilan suatu diklat.

Hari mengatakan hasil evaluasi ini selanjutnya akan menjadi umpan balik untuk merencanakan kembali penyelenggaraan diklat di masa mendatang dan memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan kinerja alumni peserta diklat.

“Besar harapan kami, dengan pendampingan yang terus menerus dari penyuluh perikanan akan terbentuk startup baru di bidang usaha perikanan,” ujar dia.

Meningkatkan keterampilan nelayan Kotakarang.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kota Bandarlampung Erwin, SH, MH diwakili Kabid Perikanan Tangkap Yenni Eka Putri S.Pi., MM membuka pelatihan keterampilan bagi nelayan Pulau Pasaran.

“Maksud dan tujuan pelatihan adalah memberikan bekal kemampuan dan keterampilan nelayan dalam merawat dan memperbaiki mesin kapal,” kata Yenni.

Kegiatan sertifikasi nelayan Pulau Pasaran diharapkan dapat meningkatkan kemampuan para nelayan sampai dengan mendapatkan pengakuan atas keterampilan dengan sertifikat.

“Dengan memiliki sertifikat keahlian merawat dan memperbaiki mesin kapal, bisa dijadikan bisnis sampingan di kala tidak pergi melaut dan untuk membuka jasa servis, tidak harus membuka bengkel besar tapi bisa juga secara door to door,” ujar dia.

Masih menurut Yenni, pelatihan ini secara benefit diharapkan agar nelayan mampu merawat dan memperbaiki mesin dan dapat diterapkan dalam kegiatan sebagai nelayan.

Sehingga, apabila terjadi masalah mesin kapal di tengah laut nelayan mampu mengatasi.

Pelatihan ini juga diharapkan berdampak pada kemampuan dan keahlian nelayan merawat kapal secara teknis dan ekonomis untuk menuju nelayan yang sejahtera” pungkas Yenni.

Baca Juga: KPU Bandarlampung Sosialisasi Pemilu 2024 di Laut

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *