Terungkap di Hearing, RS Urip Sumoharjo Belum Memiliki Sumur Resapan untuk Antisipasi Banjir

Bandarlampung – Rumah Sakit Urip Sumoharjo disinyalir belum menjalankan rekomendasi untuk membuat sumur resapan untuk meminimalisir terjadinya genangan air atau banjir.

Hal ini terungkap dalam hearing antara pihak RS Urip Sumoharjo, Dinas Perkim, Dinas PU, Dinas Lingkungan Hidup dan Komisi III DPRD Bandarlampung, yang dilaksanakan di ruang Komisi III DPRD Bandarlampung, Jumat (1/3/2022).

Direktur RS Urip Sumoharjo, Rio Rimbo usai hearing mengakui pihaknya belum memiliki sumur resapan atau embung. Namun, ia mengatakan pihaknya telah memiliki resapan air atau melakukan penghijauan.

Terkait dampak banjir saat hujan deras beberapa waktu lalu, ia mengatakan, pihaknya telah melakukan perbaikan terhadap kendaraan pengunjung rumah sakit yang rusak karena terkena banjir.

“Ada kerusakan motor namun tidak ada yang hanyut. Motor sudah diperbaiki. Ada tiga mobil yang diperbaiki. Debit air dari atas sangat besar, sehingga tembok jebol. Tidak ada korban jiwa,” ujarnya.

Perihal pembangunan gedung baru, ia menuturkan, pihaknya sedang membangun gedung baru.

“Tahun 2021 berupaya melakukan peninggian di areal bagian belakang rumah sakit. Air hujan mengalir kembali ke sungai. Antisipasi saat ini yaitu mengosongkan lahan parkir jika hujan deras. Terutama lahan parkir di bagian belakang,” ungkapnya.

Dinas Perkim Bandarlampung, Yusnadi Ferianto mengatakan, pihak rumah sakit Urip Sumoharjo sudah menyampaikan permohonan izin PBG gedung baru.

“Perizinan sambil berjalan, penambahan maupun yang baru sudah didaftarkan. Kita monitor terus, apakah sesuai dengan usulan pihak rumah sakit atau belum,” ujarnya.

Anggota Komisi III DPRD Bandarlampung, Agus Djumadi mengatakan, pihaknya akan melakukan evaluasi terhadap RS Urip terkait banjir.

Anggota Komisi III DPRD Bandarlampung lainnya, Agus purwanto mengatakan, ia mempertanyakan antisipasi pihak rumah sakit jika terjadi banjir atau hal yang tidak diinginkan.

Ketua Komisi III DPRD Bandarlampung, Dedi Yuginta mengatakan, ke depan harus dianalisa kembali terkait amdal.

“Harus dibuat embung atau sumur resapan di RS Urip Sumoharjo. Ini untuk kebaikan pihak rumah sakit,” ujarnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *