Lampung Selatan — Peran Kepolisian Negara Republik Indonesia dalam urusan dapur bangsa kian nyata. Tak sekadar menjaga keamanan, Polri kini ikut menyingsingkan lengan baju memperkuat ketahanan pangan nasional. Buktinya, Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo turun langsung mendampingi Menko bidang pangan Zulkifli Hasan dalam penanaman jagung menuju swasembada pangan di Lampung Selatan, Selasa (2/12).
Kegiatan ini juga dihadiri Kapolda Lampung Internasional Irjen Pol Helfi Assegaf. Kehadiran jajaran Polri di tengah lahan pertanian menegaskan komitmen institusi Bhayangkara menjadi motor penggerak produksi pangan, khususnya jagung, dari desa hingga nasional.
Menko bidang Pangan Zulkifli Hasan mengacungi jempol sinergi Polri. Menurutnya, Lampung punya potensi besar sebagai lumbung jagung nasional. “Penanaman jagung harus jadi gerakan bersama. Polri memberi contoh nyata bagaimana institusi negara terlibat langsung mendorong produksi pangan,” ujarnya.
Nada serupa disampaikan Wakapolri. komjen Pol Dedi Prasetyo menegaskan, dukungan terhadap kebijakan pemerintah bukan sekadar slogan. “Polri siap menjaga stabilitas agar produksi dan distribusi pangan lancar. Ketahanan pangan ini kerja bersama dan terus kami percepat,” tegasnya.
Jagung Polri, Dampaknya Terasa Nyata
Program jagung Polri bukan proyek simbolik. Hingga kini, Polri memetakan potensi lahan seluas 1,37 juta hektare, terdiri dari lahan produktif dan lahan baku sawah. Dari angka itu, lebih dari 633 ribu hektare sudah ditanami. Tak hanya lahan yang digarap, rakyat pun ikut bergerak. Sebanyak 30.548 kelompok tani dengan lebih dari 600 ribu petani dibina Polri di berbagai daerah.
Hasilnya cukup mencengangkan. Sepanjang Kuartal I–III 2025, panen jagung binaan Polri tembus 2,83 juta ton. Sementara penanaman Kuartal IV yang masih berjalan diproyeksikan menghasilkan tambahan 1,65 hingga 4,12 juta ton.
Lampung Jadi Etalase Keberhasilan
Di Bumi Ruwa Jurai, penanaman jagung Kuartal IV mencakup lahan 1.054 hektare di 15 kabupaten/kota dengan estimasi hasil 4.216 ton. Khusus hari ini, penanaman dilakukan di lahan 89 hektare di Desa Ruguk dan Desa Pisang, Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan, dengan perkiraan panen 267 ton.
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menilai momentum ini menguntungkan petani. Harga jagung sedang bagus, bahkan pendapatan petani bisa mencapai Rp5 juta per bulan. “Serapan aman, industri pakan ayam di Lampung besar,” katanya.
Gudang Polri, Stok Negara Aman
Tak berhenti di produksi, Polri ikut memperkuat cadangan negara. Hingga 1 Desember 2025, Perum Bulog telah menyerap 99.185 ton jagung dari lahan binaan Polri, atau 67,3 persen dari kapasitas gudang nasional. Di Lampung, serapan bahkan mencapai 84,8 persen.
Untuk menopang itu, Polri membangun 18 gudang ketahanan pangan di 12 provinsi. Salah satunya di Desa Purwotani, Jati Agung, Lampung Selatan, lengkap dengan mesin pipil jagung, vertical dryer, dan traktor tangan.
Dengan langkah-langkah nyata dari ladang hingga gudang, Polri menunjukkan wajah baru: penjaga keamanan sekaligus penguat perut rakyat. Jagung pun kini menjadi salah satu senjata andalan menuju swasembada pangan.












