Dua JPO di Pasar Tengah Bandar Lampung rusak parah. Lantai bolong dan besi berkarat membahayakan warga. Pemkot diminta segera bertindak

Lantai JPO Ramayana- Pasar Tengah yang kropos dan berlubang, membahayakan pejalan kaki yang melintasi JPO tersebut. Foto: okehnews.

 

Bandar Lampung — Dua jembatan penyeberangan orang (JPO) di jantung Kota Bandar Lampung kini berubah wajah. Bukan lagi sarana keselamatan, melainkan ancaman nyata bagi nyawa pejalan kaki. Kondisinya rusak parah, lantainya bolong, besi tajam terbuka, dan nyaris tanpa sentuhan perbaikan.

Dua JPO yang dimaksud berada di kawasan Pasar Tengah, tepatnya di depan Ramayana dan Bambu Kuning—lokasi yang setiap hari dilalui ratusan bahkan ribuan warga.

Di JPO Ramayana, lantai jembatan sudah berlubang. Besi penyangga terlihat menganga, berkarat, dan tajam. Sementara di JPO Bambu Kuning, besi lantai rapuh dan terkesan tinggal menunggu waktu ambruk.

Ardi, warga Durian Payung, mengaku waswas setiap kali melintas. Menurutnya, kerusakan JPO itu sudah sangat membahayakan.

“Besi alasnya sudah keropos dan berkarat. Ada lubang seukuran kaki. Kalau tidak hati-hati, bisa jeblos. Minimal kaki sobek kena besi berkarat yang tajam itu,” kata Ardi, Sabtu (13/12/2025).

Lantai JPO Ramayana- Pasar Tengah yang kropos dan berlubang, membahayakan pejalan kaki yang melintasi JPO tersebut. Foto: okehnews.

Ia menegaskan, risiko cedera sangat besar, terlebih bagi lansia, anak-anak, dan ibu-ibu yang setiap hari melintas untuk beraktivitas di Pasar Tengah.

“Ini jembatan penyeberangan, bukan jebakan maut. Setiap hari dilewati warga, tapi dibiarkan rusak. Harus nunggu siapa jatuh dulu?” tegasnya.

Warga pun mempertanyakan sikap Pemerintah Kota Bandar Lampung yang terkesan menutup mata. Padahal, JPO merupakan fasilitas publik vital yang seharusnya menjamin keselamatan pengguna jalan.

“Jangan tunggu ada korban dulu baru bergerak. Nyawa warga bukan bahan uji coba,” ujar Ardi.

 

Hingga kini, belum terlihat adanya tanda perbaikan maupun pengamanan sementara di dua JPO tersebut. Tanpa penanganan cepat, kerusakan ini bukan hanya soal kelalaian, tetapi bisa berubah menjadi tragedi yang sepenuhnya bisa dicegah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *