Pengamanan Lebaran 2026 Dimatangkan, Kapolda Lampung Siapkan 93 Pos dan Antisipasi Lonjakan Mudik di Bakauheni

Foto :HO/Humas Polda Lampung

Bandar Lampung – Polda Lampung mulai mematangkan pengamanan arus mudik dan balik Lebaran 1447 Hijriah. Sebanyak 93 pos pengamanan disiapkan untuk memastikan perjalanan masyarakat selama Idul Fitri berjalan aman dan lancar.

Langkah itu dibahas dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral yang dipimpin Kapolda Lampung Irjen Pol Helfi Assegaf didampingi Wakapolda Brigjen Pol Sumarto di Gedung Serba Guna (GSG) Polda Lampung, Senin (9/3/2026).

Rakor ini dihadiri unsur TNI, kementerian/lembaga, pemerintah daerah, hingga berbagai stakeholder yang terlibat dalam pengamanan arus mudik dan perayaan Lebaran.

Kapolda Lampung menegaskan pengamanan Idul Fitri merupakan operasi kemanusiaan berskala nasional yang membutuhkan sinergi semua pihak.

“Pengamanan Idul Fitri bukan hanya tugas Polri, tetapi tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa agar masyarakat dapat merayakan Lebaran dengan aman dan nyaman,” ujar Helfi.

Dalam rakor tersebut dipaparkan sejumlah langkah strategis pengamanan. Fokusnya mulai dari pengendalian arus mudik dan balik, pengamanan pusat keramaian, hingga penjagaan objek vital di Provinsi Lampung.

Data yang dipaparkan menunjukkan ribuan titik menjadi prioritas pengamanan selama operasi Lebaran. Di antaranya 4 pelabuhan, 3 bandara, 15 stasiun, 16 terminal, 209 objek wisata, 3.832 masjid, serta 2.276 lokasi salat Idul Fitri.

Untuk mendukung pengamanan, Polda Lampung akan mendirikan 93 pos, terdiri dari 57 Pos Pengamanan, 19 Pos Pelayanan, 1 Pos Terpadu, dan 16 Posko Bencana di sejumlah titik strategis jalur mudik.

Berdasarkan analisis kepolisian, puncak arus mudik diprediksi terjadi pada 13–17 Maret 2026, sedangkan arus balik diperkirakan pada 24–28 Maret 2026.

Sebagai pintu gerbang utama Sumatera–Jawa, Pelabuhan Bakauheni menjadi fokus utama pengamanan. Kapasitas pelabuhan tersebut mampu menampung 6.919 kendaraan kecil dengan daya angkut mencapai 31.986 kendaraan per hari.

Untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan, sejumlah pelabuhan alternatif juga disiapkan, seperti PT Bandar Bakau Jaya (BBJ), PT Wika Beton, dan PT Sumur Makmur Abadi (SMA).

Selain itu, rakor juga membahas kesiapan menghadapi potensi bencana dan kecelakaan laut di wilayah Selat Sunda. Personel SAR, kapal patroli, ambulans hingga dukungan helikopter disiagakan untuk operasi darurat.

Kepadatan kendaraan di jalur menuju Pelabuhan Bakauheni juga diantisipasi melalui rekayasa lalu lintas dan penyiapan buffer zone atau kantong parkir di sejumlah titik tol maupun jalur arteri.

Melalui rakor lintas sektoral ini, seluruh instansi diharapkan memperkuat koordinasi agar pengamanan Lebaran 2026 di Provinsi Lampung berjalan aman, lancar, dan kondusif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *