BANDARLAMPUNG – Sekretaris DPC Partai Demokrat Bandarlampung Hendra Mukri membantah beredarnya kabar tak sedap yang menuding adanya dugaan penyelewengan dana parpol, baik dana bantuan dari Kesbangpol maupun dana bantuan pilwalkot.
Hendra Mukri menegaskan, kabar tersebut tidak benar karena semua agenda partai sudah terlaksana dengan baik. Baik konsolidasi partai maupun sosialisasi calon di PAC dan ranting-ranting.
“Pemberitaan itu tidak benar dan tudingan mengenai dana pembinaan partai dari Kesbangpol sudah direalisasikan. Termasuk dana sosialisasi calon pada saat pilwalkot Bandarlampung. Saya harap semua pihak dapat menjaga kondusifitas menjelang agenda musyawarah cabang (Muscab). Mari bersama kita jaga suasana aman, tertib dan nyaman,” kata Hendra, di ruang komisi I DPRD Bandarlampung, Senin (14/3/2022).
Ketua Fraksi Demokrat DPRD Kota Bandarampung ini juga menegaskan, selama ini semua anggaran DPC Partai Demokrat Bandarlampung dipergunakan sesuai peraturan dan bisa dipertanggungjawabkan penggunaannya.
“Semua anggaran bisa dipertanggungjawabkan penggunaannya. Ada buktinya,” tegas Hendra.
Karena itu, lanjutnya, pihaknya meminta agar pihak yang tidak berkompeten agar tidak melontarkan pernyataan yang tidak bisa dipertanggungjawabkan.
“Saya minta semua pihak menjaga kondusifitas. Apalagi saat ini menjelang muscab. Mari kita sama – sama menjaga kondusifitas di internal partai,” kata Hendra.
Senada disampaikan Sekretaris Fraksi Demokrat DPRD Bandarlampung, Agus Purwanto.
Ia menegaskan, menjelang muscab sebaiknya tidak ada pihak yang saling menjatuhkan satu sama lain.
“Mari kita jaga kondusifitas menjelang muscab. Selama ini koordinasi di DPC Partai Demokrat Bandarlampung berjalan dengan baik sampai ke tingkat PAC. Semua kegiatan tesebut juga sudah pernah dilakukan pemeriksaan dari BPK. Dan perlu diketahui juga kami anggota Fraksi Demokrat solid, makanya mari kita saling jaga kondusifitas agar aman dan nyaman,” tandasnya.
Sebelumnya DPC Partai Demokrat Bandarlampung diterpa isu yang tidak sedap. Beredar kabar di tubuh pengurus DPC yang dinakhodai Budiman AS dituding / disinyalir menyelewengkan keuangan partai dan dana sosialisasi kampanye calon walikota.
Menurut kabar yang beredar tersebut, dimana keuangan partai yang berasal dari Kesbangpol Badarlampung tidak dipakai untuk konsolidasi partai. Seperti konsolidasi PAC dan ranting-ranting. Serta bantuan sembako saat pelaksanan pilwakot Bandarlampung yang diduga tidak dibagikan kepada PAC yang ada di Kota Bandarlampung.
Dimana saat Pikwakot Bandarlampung yang mendapatkan bantuan sembako uang operasional partai sebesar Rp75 juta per minggu, dituding tidak dibagikan kepada PAC dan ranting untuk konsolidasi pemenangan calon walikota yang diusung Partai Demokrat. (*)










