Bandarlampung – Bupati Tulangbawang Barat dua periode, 2014 – 2022, Umar Ahmad mengajak mahasiswa FISIP Universitas Lampung (Unila) untuk membangun Lampung lewat sosial budaya.
Umar Ahmad menuturkan pengalamannya dalam membangun Tulangbawang Barat dengan filosofi budaya dalam Seminar Daerah “Menatap Pembangunan Lampung ke Depan” yang digelar oleh HMJ Ilmu Pemerintahan FISIP Unila dan IKA JIP, Selasa (23/8/2023).
Filosofi perjuangan hidup petani Tulangbawang Barat yaitu “NENEMO” diadopsi Umar Ahmad dalam pembangunan daerah untuk menggerakkan masyarakat dalam pembangunan.
NENEMO merupakan akronim dari NEMEN (kerja keras), NEDES (tahan banting, sabar) dan NERIMO (tawakal, ikhlas menerima ketentuan yang diberikan Allah SWT).
“Injeksi nilai NENEMO inilah yang menjadi salah satu kekuatan utama menggerakkan masyarakat dalam membangun Tulangbawang Barat,” kata Umar.
Membangun Tulangbawang Barat dengan NENEMO SSL.
Umar menilai filosofi sosial budaya masyarakat yang dinarasikan dalam pembangunan akan mampu menggugah kemajuan kualitas sumber daya manusia.
“Upaya mempercepat kualitas dan kemajuan sumber daya manusia di Tulangbawang Barat difokuskan pada pembangunan Non Materiil dengan prinsip NENEMO ditambah nilai-nilai Badui; Sederhana, Setara dan Lestari (SSL),” ujar Umar.
Filosofi masyarakat Tulangbawang Barat (Tubaba) “NENEMO SSL” ini kemudian diaplikasikan Umar Ahmad dalam program-program inovatif, di antaranya:
- Tubaba Cerdas (Sekolah kepemimpinan bagi pemuda);
- Guru Penggerak (Program peningkatan kapasitas guru);
- Sekolah Seni (Pembentukan karakter siswa melalui karya seni); dan
- Tubaba Camp (pembentukan karakter siswa dengan prinsip NENEMO SSL).
Sementara, lanjut Umar, untuk pembangunan Materiil yang meliputi pembangunan infrastruktur ruang dilakukan dengan memanfaatkan seni arsitektur, alat musik, hingga seni.
“Pemkab Tulangbawang Barat turut menyertakan prinsip filosofis dalam setiap pembangunan infrastruktur yang dilakukan dalam rangka membangun pemerintahan yang bermartabat dan berintegritas,” kata Umar.
Umar Ahmad merancang masa depan Tulangbawang Barat dengan konsep mengembalikan kebajikan dari alam secara lestari dengan lebih banyak pepohonan, udara bersih, air yang terawat, dan alam yang terjaga.
Berangkat dari pengalaman membangun Tulangbawang Barat, dia memandang bahwa pembangunan tidak sepenuhnya berbicara pada aspek materialisme, tapi juga aspek sosial budaya.
Aspek sosial budaya prioritas pembangunan Lampung ke depan.
Umar Ahmad optimis pembangunan sumber daya manusia yang paripurna berbasis nilai budaya dapat menjadi faktor utama dalam menggerakkan pembangunan Lampung ke depan.
Dia mengajak mahasiswa FISIP Universitas Lampung untuk ikut serta membangun Lampung lewat sosial budaya dengan menyumbangkan pikiran, tenaga, dan waktunya sesuai porsi dan kemampuannya.
Dosen Ilmu Pemerintahan FISIP Universitas Lampung, Darmawan Purba SIP MIP, menyampaikan hal senada bahwa secara substansi pembangunan Lampung ke depan harus menjadi usaha bersama semua elemen masyarakat.
“Pembangunan Lampung juga dilakukan secara terencana dan terukur serta membawa perubahan bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat,” kata Darmawan.
Apapun metode dan pendekatannya, jelas Darmawan, pembangunan Lampung harus menjadi agenda masyarakat, bukanya agenda kepentingan kelompok berkuasa.
Darmawan mengingatkan bahwa pembangunan harus digerakkan bersama baik secara horizontal maupun vertikal, sehingga pembangunan dapat berjalan selaras, terintegrasi dan berkelanjutan.
“Untuk itu, perlu ada komitmen bersama tokoh-tokoh politik dan pemerintahan untuk menjaga agar pembangunan Lampung ke depan lebih terarah dan tidak sia-sia, seperti pembangunan Kota Baru yang mangkrak,” ujar dia.
Darmawan sependapat akan pentingnya kembali pada nilai-nilai luhur tentang mengelola kehidupan.
“Pembangunan perlu diorientasikan bukan saja pada aspek materialisme, lebih dari itu pembangunan Lampung ke depan diharapkan mampu menghadirkan kebahagiaan bagi masyarakat Lampung,” kata Darmawan.
Dia menilai praktik baik kepemimpinan Umar Ahmad dalam membangun Tulangbawang Barat dapat disumbangkan dalam agenda-agenda pembangunan Lampung ke depan.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Jurusan Ilmu Pemerintahan, Drs Sigit Krisbintoro MIP, berharap diskusi dan kajian tentang pembangunan Lampung lebih digalakkan lagi.
“Sehingga memberikan gagasan bagi pemerintah daerah dalam melakukan akselerasi pembangunan Lampung, baik pembangunan fisik maupun sosial yang disandarkan pada kekuatan nilai-nilai budaya Lampung,” ujar dia.
Sigit berpesan kepada mahasiswa untuk ambil bagian dalam usaha-usaha membangun Lampung karena para mahasiswa lah yang terdampak terhadap sukses atau gagalnya pembangunan Lampung ke depan.












