Pesawaran, Lampung – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNN) Lampung bersama aparat gabungan menggelar operasi besar-besaran di dua desa rawan narkoba, yakni Negara Ratu Wates dan Gunung Sugih Baru, Kecamatan Tegineneng, Kabupaten Pesawaran, Jumat (7/11/2025).
Dalam operasi bertajuk Pemberantasan dan Pemulihan Kampung Rawan Narkotika itu, petugas berhasil mengamankan empat orang dengan hasil tes urine positif amphetamine dan methamphetamine.
Kegiatan dipimpin langsung oleh Kepala BNN Provinsi Lampung, Kombes Pol Sakeus Ginting, dan melibatkan 143 personel gabungan dari BNN, Polri, TNI, BIN, Bea Cukai, hingga pemerintah daerah.
“Operasi ini bukan hanya penindakan, tapi juga bagian dari pemulihan sosial agar kampung rawan narkoba kembali aman dan produktif,” ujar Kombes Sakeus Ginting dalam keterangan tertulisnya, Jumat (11/11).
Perlawanan Warga dan Sasaran Operasi
Sasaran utama operasi berada di area kolam pemancingan dan sejumlah gubuk yang diduga menjadi tempat transaksi serta penyalahgunaan narkotika.
Saat operasi berlangsung, petugas sempat menghadapi perlawanan dari sebagian warga di Desa Gunung Sugih Baru yang melempari dua kendaraan aparat hingga mengalami kerusakan ringan. Namun, situasi berhasil dikendalikan melalui koordinasi cepat seluruh personel gabungan.
Empat tersangka berinisial A, B, J, dan H kemudian diamankan. Tiga di antaranya diketahui sebagai penyalahguna, sementara tersangka H juga merupakan pemilik pil ekstasi yang ditemukan di lokasi.
Barang Bukti Sabu dan Ekstasi

Dari hasil penggerebekan, petugas menyita sejumlah barang bukti narkotika dan non-narkotika, di antaranya:
Dua plastik klip berisi sabu dengan berat total 15,47 gram
Dua butir pil ekstasi berbagai warna
Empat unit sepeda motor dan tiga unit ponsel
Dua timbangan digital, 20 bong, serta 20 kaca pirex
Dua bilah senjata tajam dan sejumlah plastik klip kecil
Gubuk Transaksi Dimusnahkan

Seluruh gubuk yang digunakan untuk aktivitas transaksi dan penyalahgunaan narkoba langsung dimusnahkan di lokasi oleh petugas BNNP Lampung bersama aparat gabungan serta perangkat desa.
BNNP Lampung menegaskan, operasi terpadu ini merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam perang melawan narkoba, sejalan dengan program nasional “War On Drugs for Humanity.”
“BNNP Lampung berkomitmen memberantas jaringan narkoba hingga ke akar-akarnya, serta memulihkan para penyalahguna melalui program rehabilitasi,” tegas Sakeus Ginting.












