Lampung – Rentetan kasus korupsi yang menjerat kepala daerah di Provinsi Lampung kembali menjadi sorotan publik. Sejumlah bupati, baik yang masih aktif tercatat pernah terjaring operasi tangkap tangan (OTT) dan penyidikan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Polanya mayoritas serupa: fee proyek, suap pengurusan anggaran, hingga gratifikasi.
Kasus terbaru menimpa Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya, yang diamankan KPK pada Desember 2025. Ardito diduga menerima fee proyek mencapai Rp5,75 miliar dari rekanan terkait pengadaan barang dan jasa. Penangkapan dilakukan setelah tim KPK mengamankan bukti transaksi dan aliran dana.
Tak hanya Ardito, Lampung memiliki daftar panjang kepala daerah yang sebelumnya lebih dulu disikat lembaga antirasuah itu.
Pada 2018, Zainudin Hasan, Bupati Lampung Selatan, ditangkap dalam OTT terkait proyek infrastruktur. Dari penyidikan, ia terbukti menerima aliran dana miliaran rupiah dari pengusaha untuk memuluskan berbagai proyek di dinas teknis. Ia kemudian divonis 12 tahun penjara.
Setahun kemudian, Bupati Mesuji Khamami dicokok KPK dalam operasi yang menyita perhatian publik. Khamami diduga menerima fee proyek sekitar Rp1,2 miliar dari rekanan. Kasus ini menguak adanya pola setoran rutin dalam pengadaan proyek di kabupaten tersebut.
Nasib serupa dialami Bupati Lampung Utara Agung Ilmu Mangkunegara, yang ditangkap KPK pada Oktober 2019. Ia diduga menerima suap dari proyek-proyek di Dinas PUPR dan Dinas Perdagangan. Kasus Lampung Utara bahkan mencatatkan beberapa kepala dinas ikut terseret.
Bupati Tanggamus Bambang Kurniawan juga tak luput. Ia ditetapkan tersangka pada 2016 terkait suap pengesahan APBD dan divonis 2 tahun penjara.
Sementara itu, kursi Bupati Lampung Tengah juga pernah tercoreng oleh kasus Mustafa, yang ditetapkan sebagai tersangka karena menyuap anggota DPRD untuk memperlancar pinjaman daerah tahun 2018.
Rangkaian kasus tersebut memperlihatkan bahwa Lampung menjadi salah satu daerah dengan kasus korupsi kepala daerah terbanyak di Sumatera. Modusnya pun relatif berulang dari tahun ke tahun.












