Hilang 3 Hari, Santri Lampung Tengah Ternyata Nongol di Pesantren Banten

Lampung Tengah — Kisah hilangnya seorang santri asal Lampung Tengah akhirnya terungkap. Muhammad Nur Hasan Al Ubaidah Lubis alias Ubet, bocah yang sempat membuat keluarganya kalang kabut, berhasil ditemukan dalam keadaan selamat setelah “keluyuran” lintas kabupaten hingga nyasar ke Banten.

Kapolsek Seputih Surabaya, AKP Mahdum Yazin, mewakili Kapolres Lampung Tengah, AKBP Alsyahendra, menjelaskan bahwa laporan kehilangan itu dibuat oleh ayah korban, Suratman (38), warga Kampung Buminabung Ilir. Sang ayah melapor setelah Ubet tiba-tiba kabur dari Pondok Pesantren Manshurin, Gaya Baru Satu, pada Senin siang (17/11/25).

Sempat Menginap di Rumah Paman, Lalu Hilang Lagi

Drama pencarian dimulai ketika keluarga mengetahui Ubet sempat bermalam di rumah pamannya di Kecamatan Rumbia pada Selasa malam. Namun esok paginya, ia kembali pergi tanpa pamit.
Warga juga sempat melihat bocah ini berkeliaran di sekitar Toko Buah Simpang Randu, Kecamatan Seputih Banyak, pada Rabu malam. Orang tua langsung meluncur ke lokasi, tapi Ubet keburu hilang jejak.

Polisi Bergerak Cepat, Info Disebar ke Mana-Mana

Polsek Seputih Surabaya tidak tinggal diam. Petugas memeriksa TKP di pondok pesantren, meminta keterangan saksi-saksi, hingga menyebar informasi anak hilang lewat media sosial, radio, dan media massa.

Pencarian panjang itu akhirnya menemukan titik terang pada Minggu (7/12/25). Keluarga menerima surat dari seorang marbot masjid di Cengkareng, Jakarta Barat. Namanya Anjul. Ia mengabarkan bahwa ia menemukan Ubet dan menitipkannya di Pondok Pesantren Baitul Salman, Pandeglang, Banten.

Ditemukan Aman, Dijemput Senkom dan Polisi

Keluarga bersama Polsek Seputih Surabaya kemudian menggandeng Senkom Lampung Satu untuk mengecek kebenaran informasi. Jaringan Senkom di Serang berhasil memastikan bahwa Ubet memang berada di lokasi tersebut. Anak itu kemudian diamankan sementara di rumah dinas Senkom Serang sambil menunggu penjemputan.

Tim gabungan dari Polsek, Senkom, dan pihak pondok di Seputih Surabaya langsung meluncur ke Banten. Pada Selasa (9/12/25), Ubet akhirnya dipulangkan ke pelukan keluarganya dalam kondisi sehat.

Motif Kabur: Tidak Mau di Pesantren

Menurut Kapolsek, penyebab bocah itu kabur rupanya cukup sederhana: ia belum siap melanjutkan pendidikan di pesantren.
“Sebelumnya sudah ada perubahan sikap. Ia beberapa kali mencoba meninggalkan pondok,” ujar Kapolsek.

Kasus ini ditutup dengan lega. Polisi menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada masyarakat dan jaringan Senkom yang membantu pencarian hingga tuntas.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *