BBPOM Bandar Lampung Kawal Keamanan Pangan 2025, Fokus Program Makan Bergizi Gratis

BANDAR LAMPUNG — Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Bandar Lampung tancap gas mengawal keamanan pangan dan obat sepanjang 2025. Pengawasan berbasis risiko diperkuat, penindakan jalan, edukasi publik digenjot. Semua demi melindungi masyarakat sekaligus menyokong program strategis nasional, terutama Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kepala BBPOM Bandar Lampung, Bagus Heri Purnomo, dalam rilis refleksi kinerja tahun 2025 menegaskan komitmen jajarannya menjaga mutu dan keamanan pangan dari hulu ke hilir.

“Sepanjang 2025 kami fokus pada perlindungan masyarakat melalui edukasi, pengawasan ketat, penindakan hukum, serta peningkatan kualitas layanan kepada pelaku usaha,” ujar Bagus Heri.

Dukungan Penuh Program Makan Bergizi Gratis

Salah satu sorotan utama kinerja BBPOM tahun ini adalah dukungan konkret terhadap Program Makan Bergizi Gratis. BBPOM Bandar Lampung aktif menjadi narasumber pelatihan manajerial bagi Satuan Pelayanan Pangan Inti (SPPI) dan tenaga penjamah pangan di seluruh Lampung.

Materi pelatihan tak main-main. Mulai dari nilai gizi pangan, penerapan sistem HACCP, traceability, hingga penanganan Kejadian Luar Biasa Keracunan Pangan (KLB-KP).

Hasilnya, 8.923 tenaga penjamah pangan dari 169 SPPG telah dibekali pengetahuan keamanan pangan. Tak berhenti di edukasi, BBPOM juga turun langsung ke laboratorium. Sebanyak 44 sampel kejadian luar biasa program MBG di Bandar Lampung dan 24 sampel di Tulang Bawang diuji untuk memastikan aman dikonsumsi.

Pengawasan Ketat, Pelanggaran Masih Tinggi

Di sektor pengawasan, capaian sampling obat dan makanan mencapai 100 persen dari target. Sampling mencakup pangan olahan, obat, kosmetik, hingga suplemen kesehatan.

Namun, tantangan masih besar. Dari hasil pemeriksaan sarana distribusi, 201 sarana atau 31,3 persen dinyatakan Tidak Memenuhi Ketentuan (TMK). Pelanggaran iklan juga masih marak, dengan iklan obat tradisional mencatat pelanggaran tertinggi mencapai 46,49 persen.

“Ini menjadi perhatian serius kami. Pengawasan dan pembinaan akan terus diperkuat,” tegas Bagus Heri.

Penindakan Tegas, Kosmetik Ilegal Dominan

Sepanjang 2025, BBPOM Bandar Lampung menangani 14 kasus pelanggaran. Mayoritas terkait peredaran kosmetika tanpa izin edar. Dari jumlah tersebut, tiga perkara telah masuk tahap pro-justicia, terutama kasus obat bahan alam yang mengandung bahan kimia obat berbahaya.

Target 2026 dan Imbauan Cek KLIK

Menghadapi 2026, BBPOM Bandar Lampung menargetkan penyelesaian 691 sertifikasi dan rekomendasi layanan publik. Fokus pengujian juga diperluas, dengan rencana pengujian 838 sampel Program Makan Bergizi Gratis demi menjaga keberlanjutan keamanan pangan nasional.

Di sisi konsumen, BBPOM kembali menggaungkan prinsip “Cek KLIK” sebelum membeli produk:

– Cek Kemasan, pastikan tidak rusak

– Cek Label, baca informasi produk

– Cek Izin Edar, verifikasi di BPOM Mobile

– Cek Kedaluwarsa, jangan sampai lewat masa pakai

Langkah ini diharapkan memperkuat kesadaran masyarakat dan mewujudkan Lampung sebagai wilayah yang aman pangan dan obatnya.

“Keamanan pangan adalah tanggung jawab bersama,” tutup Bagus Heri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *