Lampung Selatan (okehnews)–Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Listyo Sigit Prabowo menyatakan puncak arus balik Lebaran 2026 telah terlewati, dengan sisa kendaraan yang belum kembali ke Jakarta sekitar 13,07 persen.
Hal tersebut disampaikan Kapolri saat meninjau arus balik di Pelabuhan Pelabuhan Bakauheni, Sabtu (28/3/2026).
“Volume kendaraan keluar Jakarta mencapai 2.946.891 unit, sementara yang sudah kembali ke Jakarta sebanyak 2.561.629 kendaraan. Artinya masih tersisa sekitar 13,07 persen,” kata Kapolri.
Ia menambahkan, jumlah kendaraan yang keluar Jakarta meningkat 20,49 persen dibandingkan kondisi normal dan naik 1,82 persen dibandingkan periode Lebaran 2025.
Angkutan Umum dan Moda Transportasi Meningkat selain lalu lintas kendaraan, peningkatan juga terjadi pada seluruh moda transportasi.
Data menunjukkan penumpang kereta api mencapai 3,4 juta orang atau naik 7,84 persen dibanding tahun sebelumnya.
Sementara itu, transportasi udara mencatat sekitar 4,1 juta penumpang atau naik 6,27 persen, angkutan laut 4,75 juta penumpang (naik 13,89 persen), dan transportasi darat mencapai 3,13 juta penumpang atau naik 13,3 persen.
Angka Kecelakaan dan Fatalitas Menurun
Kapolri juga mengungkapkan penurunan angka kecelakaan lalu lintas selama arus mudik dan balik Lebaran 2026.
“Jumlah kecelakaan turun 7,8 persen, sementara fatalitas atau korban meninggal dunia turun dari 377 menjadi 265 orang,” ujarnya.

Menurut dia, penurunan tersebut dipengaruhi oleh meningkatnya kepatuhan masyarakat terhadap arahan petugas di lapangan, serta optimalisasi rekayasa lalu lintas.
Kondisi Bakauheni Terkendali
Kapolri memastikan kondisi arus balik di Pelabuhan Bakauheni masih dalam kategori aman dan terkendali. Berbagai skema seperti delaying system, buffer zone, serta pengaturan tiket dinilai efektif menjaga situasi tetap normal.
“Situasi saat ini masih berada di kategori hijau,” kata Sigit.
Meski demikian, ia mengingatkan masyarakat yang masih melakukan perjalanan agar tetap berhati-hati dan memanfaatkan rest area untuk menjaga kondisi fisik.
Pemerintah Antisipasi Lonjakan di Ketapang-Gilimanuk
Sementara itu, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyebut masih terdapat sekitar 30 persen pemudik yang belum kembali melalui Bakauheni.
Selain itu, pemerintah juga mewaspadai lonjakan arus balik di lintasan Pelabuhan Ketapang – Pelabuhan Gilimanuk, dengan sisa pergerakan mencapai 51 persen.
“Kami telah menyiapkan buffer zone, delaying system, pemberlakuan TBB, serta kapal tambahan untuk mengurai kepadatan dalam dua hari ke depan,” kata Dudy.
Evaluasi Kemacetan dan Akses Jalan
Terkait kemacetan di Jalan Lintas Timur, Kementerian Perhubungan akan berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum serta pengelola jalan tol untuk memperbaiki akses keluar tol dan kondisi jalan.
Pemerintah menilai lonjakan jumlah pemudik menjadi salah satu faktor utama terjadinya kepadatan.
Kepatuhan Masyarakat Jadi Kunci
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Perhubungan sebelumnya Budi Karya Sumadi menegaskan bahwa kepatuhan masyarakat terhadap aturan dan arahan petugas menjadi faktor utama penurunan angka kecelakaan.
“Keselamatan menjadi prioritas, termasuk dalam pengaturan kendaraan besar agar tidak mengganggu pengguna jalan lain,” ujarnya.












