JAKARTA — PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) melalui unit bisnis XLSMART for BUSINESS kembali menggelar BRAVO 500 Summit 2026 sebagai forum kolaborasi yang mempertemukan pelaku industri, regulator, akademisi, serta mitra teknologi guna mempercepat transformasi digital nasional.
Mengusung tema “Solusi Untuk Korporasi, Solusi Untuk Negeri”, ajang yang menjadi penyelenggaraan kedua sejak merger XLSMART tersebut dihadiri lebih dari 2.000 peserta dari berbagai sektor strategis. Forum ini menjadi wadah pembahasan pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI), data, Internet of Things (IoT), dan konektivitas digital dalam meningkatkan daya saing industri Indonesia.
Presiden Direktur dan CEO XLSMART, Rajeev Sethi, mengatakan transformasi digital Indonesia membutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, pelaku usaha, dan penyedia teknologi agar mampu menghasilkan solusi yang relevan dan berdampak bagi masyarakat serta dunia usaha.
Menurut Rajeev, penguatan infrastruktur konektivitas menjadi fondasi utama percepatan digitalisasi. Saat ini layanan 5G XLSMART telah menjangkau 43 kota dan kabupaten di Indonesia dan ditargetkan meningkat menjadi 88 kota dan kabupaten pada akhir 2026.
“Jaringan yang semakin luas dan berkualitas tidak hanya menghadirkan pengalaman terbaik bagi pelanggan, tetapi juga mendukung dunia usaha dan industri dalam meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan daya saing melalui pemanfaatan teknologi digital,” ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (8/6/2026).
Dalam kesempatan tersebut, XLSMART for BUSINESS juga memperkenalkan ESTA Prime, pengembangan terbaru dari platform Enterprise Smart Technology & Automation (ESTA). Solusi ini dirancang untuk membantu sektor korporasi dan publik mempercepat transformasi digital melalui integrasi AI, platform data, visualisasi data, cloud, keamanan siber, Industrial IoT, konektivitas, hingga layanan pengelolaan teknologi.
Direktur dan Chief Enterprise Business Officer XLSMART, Andrijanto Muljono, menjelaskan bahwa kebutuhan pelanggan saat ini telah berkembang melampaui layanan konektivitas. Perusahaan membutuhkan solusi yang mampu mengintegrasikan data, operasional, dan proses pengambilan keputusan dalam satu ekosistem digital.
“ESTA Prime merupakan evolusi dari visi kami untuk menghadirkan platform enterprise yang tidak hanya menghubungkan teknologi, tetapi juga data, operasional, dan pengambilan keputusan secara terintegrasi,” kata Andrijanto.
Ia menambahkan, ESTA Prime dibangun di atas dua pilar utama, yakni Technology Platform dan Advanced Managed Services. Melalui platform tersebut, pelanggan dapat mengakses layanan cloud, AI dan machine learning, data platform, data visualization, cybersecurity, Industrial IoT, serta konektivitas dalam satu ekosistem.
Sementara itu, layanan Advanced Managed Services memungkinkan pelanggan memperoleh dukungan operasional, pemantauan sistem, otomatisasi, dan layanan teknis untuk memastikan implementasi teknologi berjalan optimal.
Pengembangan ESTA Prime pada tahun ini difokuskan pada penguatan fondasi data dan kecerdasan artifisial melalui AI-ready architecture, integrasi platform data yang lebih komprehensif, serta GPU Cluster untuk mendukung pengembangan AI dan machine learning.
Selain itu, perusahaan juga menghadirkan solusi IoT SD-WAN dan Experience Operation Center (XoC) guna membantu pelanggan mengelola operasional dan meningkatkan kualitas pengalaman layanan.
Sebagai bagian dari rangkaian acara, BRAVO 500 Summit 2026 menghadirkan Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid sebagai keynote speaker. Forum tersebut juga menggelar diskusi panel bertajuk “Apakah AI Akan Menentukan Arah Bisnis dan Negara?” yang membahas dampak kecerdasan artifisial terhadap strategi bisnis, kebijakan publik, dan daya saing nasional.
Diskusi tersebut dimoderatori oleh Gita Wirjawan dan menghadirkan sejumlah tokoh nasional, antara lain Franky O. Widjaja, Budi Gunadi Sadikin, dan Rudiantara.
Melalui BRAVO 500 Summit 2026, XLSMART menegaskan komitmennya untuk memperkuat ekosistem digital nasional sekaligus memperluas pemanfaatan teknologi yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi, efisiensi industri, dan peningkatan daya saing Indonesia di era ekonomi digital.










