Karhutla Landa Dua Resor TNWK, Tim Gabungan Pastikan Habitat Gajah Aman

Lampung Timur, (okehnews)-Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda dua titik kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Kabupaten Lampung Timur, Rabu (23/9/2026). Tim gabungan langsung dikerahkan untuk melakukan pemadaman dan mengantisipasi meluasnya kobaran api.

Operasi pemadaman melibatkan personel Balai TNWK, TNI, Kepolisian, mitra lapangan, serta Komite Gabungan Mitigasi dan Penanganan Interaksi Negatif Gajah Sumatra di TNWK.

Ketua Komite Gabungan Mitigasi dan Penanganan Interaksi Negatif Gajah Sumatra di TNWK, Brigjen TNI Sriyanto, menjelaskan, kebakaran terjadi di dua lokasi dengan karakteristik medan yang berbeda.

Titik pertama berada di kawasan Pusat Latihan Gajah (PKG), tepatnya di area proyek pembangunan kandang gajah jantan, Kecamatan Labuhan Ratu. Kebakaran terdeteksi sekitar pukul 11.00 WIB.

“Pada titik pertama di area PKG, kobaran api melahap vegetasi semak belukar, ilalang, hingga pohon mentru dengan luasan lahan terdampak sekitar 5 hektare,” jelas Sriyanto.

Menurutnya, sebanyak 39 personel gabungan dikerahkan untuk menangani kebakaran di area PKG. Operasi tersebut dipimpin Letda Inf Fuji selaku Pasi Intel YTP 943/DPC dan Letda Ckm Wahid selaku Danton Kesehatan YTP 943/DPC, bersama jajaran Kodim 0429/Lampung Timur, Polhut, serta mitra pekerja lapangan.

Sriyanto mengatakan, armada pendukung tiba dengan cepat setelah laporan kebakaran diterima.

“Jeda kedatangan armada hanya 10 menit dari awal informasi kami terima. Kami mengerahkan empat unit kendaraan, terdiri dari dua damkar, satu kendaraan tangki, dan satu kendaraan angkut personel,” ungkapnya.

Untuk memenuhi kebutuhan air selama proses pemadaman, kendaraan tangki pendamping melakukan pengisian ulang secara bertahap. Total pasokan air yang digunakan disebut mencapai empat tangki damkar setelah pengisian ulang.

“Untuk pasokan air, habis sebanyak 4 tangki damkar setelah diisi ulang secara bertahap dari kendaraan tangki pendamping,” terangnya.

Upaya pemadaman di sekitar proyek pembangunan kandang gajah jantan berhasil diselesaikan sekitar pukul 14.00 WIB.

Kebakaran Kedua Terjadi di Resor Cabang

Sriyanto melanjutkan, titik kebakaran kedua berada di kawasan hutan sekunder Resor Pengelolaan Taman Nasional (PTN) Wilayah Cabang, meliputi Grid 31 T, 30 U, dan 31 U.

“Untuk titik kedua di Resor Cabang, kebakaran terjadi secara sporadis pada permukaan dan tajuk pohon. Kondisi ini dipicu oleh cuaca panas bersuhu 33 derajat celsius serta embusan angin yang cukup kencang di lapangan,” papar Sriyanto.

Menghadapi kondisi medan dan jarak sumber air yang cukup jauh, tim gabungan menerapkan strategi pemadaman pompa seri tiga. Sistem tersebut menggunakan tiga unit mesin pompa portabel yang didukung bak penampung air.

Personel gabungan dan mitra lapangan juga menggunakan alat penyemprot punggung atau jet shooter, serta peralatan manual berupa garuk tajam dan garuk tumpul untuk membantu melokalisasi kobaran api.

Sriyanto menegaskan, kesiapsiagaan personel dan ketersediaan peralatan menjadi bagian penting dalam upaya mengendalikan kebakaran di kawasan TNWK.

“Begitu menerima informasi adanya titik api, tim satgas gabungan bersama mitra segera bergerak cepat menuju lokasi kejadian. Kami memastikan ketersediaan sarana pemadaman, pasokan air, serta peralatan di lapangan terdistribusi secara optimal guna mengisolasi pergerakan api agar tidak meluas,” tegasnya.

Ia menyebut, kondisi medan dan jarak sumber air menjadi tantangan utama dalam proses pemadaman.

“Tantangan utama di lapangan adalah akses medan dan jarak sumber air yang cukup jauh dari kepala api. Namun, kesiapsiagaan seluruh personel yang langsung menggelar selang pompa serta menyisir titik-titik bara membuat ancaman kebakaran di kawasan inti berhasil ditangani,” tuturnya.

Balai TNWK Pastikan Gajah Jauh dari Titik Api

Sementara itu, Kepala Balai TNWK, MHD Zaidi, memastikan kelompok gajah yang terpantau berada jauh dari lokasi kebakaran di Resor Cabang.

Menurut Zaidi, kelompok gajah berada di wilayah Resor Toto Projo sehingga tidak berada di sekitar titik karhutla yang dilaporkan.

“Gajah jauh sekali dari lokasi karhut kemarin. Kelompok gajah berada wilayah Resort Toto Projo,” kata Zaidi.

Keterangan tersebut menjadi dasar informasi sementara dari Balai TNWK bahwa kelompok gajah yang terpantau tidak berada di sekitar lokasi kebakaran di Resor Cabang. Pemantauan terhadap kondisi kawasan dan pergerakan satwa tetap menjadi bagian dari upaya perlindungan habitat.

Setelah api utama berhasil dipadamkan, personel gabungan tetap melakukan pendinginan atau mopping up untuk mengantisipasi munculnya bara api tersembunyi yang berpotensi memicu kebakaran kembali.

Selain pemadaman darat, komite bersama pihak Balai TNWK juga mengoordinasikan opsi bantuan pemadaman udara (water bombing) untuk menangani titik koordinat tertentu yang memiliki tingkat kerawanan tinggi dan sulit dijangkau melalui jalur darat.

**(Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *