Bandar Lampung -Walikota Bandar Lampung Eva Dwiana menghadiri launching Electrifying Lifestyle sekaligus meresmikan pulau tertib listrik dan komunitas kendaraan listrik Lampung Electric Vehicles (LEV) di Lapangan kelurahan kota Karang, Kecamatan Teluk Betung Timur.
Walikota Bandar Lampung ini berencana akan memberikan 260 motor listrik dari Perusahaan Listrik Negara Unit Pelaksanaan Pelayanan Pelanggan (PLN UP3) pada setiap Kelurahan, dan satu kelurahan mendapatkan 1 unit motor.
“Bunda sudah bilang kalau memang ini baik kita akan berikan kepada 206 kelurahan dan juga babinsa dan babinkamtibmas supaya mereka keliling menjaga keamanan dapet mendatangi dan melihat warga juga bisa cepat,” ujarnya, Rabu (20/7/2022).
Penggunaaan motor listrik adalah komitmen pemerintah untuk menjaga agar udara di Kota Bandar Lampung tetap bersih, tetap ramah lingkungan.
” Iya, dengan adanya motor listrik asap jadi berkurang, dan kalau harga premium sedang mahal dengan menggunakan listrik insyaallah, kita akan memperat lagi kerjasama kita dengan PLN,” ucapnya.
Eva Dwiana mengatakan, kita juga sudah launching listrik di pulau pasaran tapi kami minta penambah daya dan juga touring motor listrik dari PLN, mudah-mudahan ini bisa membantu pemasarannya.
”Nantinya akan ada peningkatan daya listrik di pulau pasaran, untuk saat ini daya listrik di pulau pasaran cukup, namun kalau ada tambahan barang elektronik takut mati, ini permintaan dari masyarakat untuk penambahan daya di pulau pasaran ini,” katanya.
Ditempat yang sama, Manager PLN UP3, Zam Zami mengatakan, untuk kendaraan listrik masyarakat tak perlu khawatir, karena bisa melakukan pengecasan melalui adaptor di rumah masing-masing.
”Bisa, sudah ada home chargingnya, hanya bedanya kalau yang di stasiun itu lebih cepat dari pada dirumah. Dan untuk mobil listrik jika melakukan pengecasan jalan 21.00 wib sampai jam 04.00 wib itu ada potongan harga dari PLN tiap per kwh nya,” jelasnya.
Zam Zami menjelaskan, pengecasan yang dilakukan secar full dalam hitungan per kWh itu bisa digunakan mobil listrik dengan jarak 350 km.
”Kalau mobil listrik kita cas dari jam 21.00 wib sampai jam 04.00 wib itu bisa menempuh jarak sejauh 350 km, kalau motor listrik ini jarak 1 km, tergantung bagaimana kita membawanya,”Jelasnya.
Menanggapi adanya keinginan kerjasama dari pihak pemerintah kota, Zam Zami mengatakan bahwa itu nanti akan diserahkan kepada pihak yang bersangkutan.
” Kan nanti ada mitra juga yang akan berinteraksi dengan pihak Pemkot,” ujarnya.












