Hutama Karya Kelola Unit Pengolahan Sampah Organik Hadir di Rest Area 215 B Tol Terpeka

Lebih lanjut Tjahjo menjelaskan, dalam pelaksanaannya mekanisme pengolahan sampah organik menggunakan maggot atau bernga/berenga larva dari lalat, yang utamanya memakan sampah organik, tidak menularkan penyakit, dan mengandung protein tinggi sehingga bisa dijadikan pakan ternak yang ideal.

“Bila sampah organik tadi diolah menggunakan mekanisme maggot ini, dan hasil pengolahan itu nantinya menjadi pupuk yang bermanfaat,” Katanya.

Tjahjo menambahkan, selain pengolahan sampah organik di lokasi juga telah ditanami tumbuhan sayuran, dan kolam ikan.

“Hal ini sebagai contoh bahwa produksi ini bukan hanya menghasilkan pupuk melainkan hal lain untuk konsumsi publik,” Terangnya.

Disinggung apakah hanya sampah organik saja yang dilakukan pengolahan, Tjahjo Purnomo menyampaikan, nantinya akan ada pengolahan sampah non organik.

“Waktu kita memilih yang pertama (Sampah Organik) kita prioritaskan akhir tahun ini ada hasilnya. Namun, masih untuk internal, jadi kita cobakan dulu. Untuk sampah non organik, nanti akan kita rencanakan untuk kita jadikan biji plastik setelah dilakukan pembersihan dan lainnya. Jadi masih dalam tahap perencanaan seperti itu dulu,” Terangnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *