Bandar Lampung — Polda Lampung tancap gas menjaga Stabilisasi pangan rakyat. Lewat Gerakan Pangan Murah, jajaran kepolisian sukses menyalurkan 4.467 ton lebih beras SPHP ke masyarakat. Target terlampaui, harga pun terkendali.
Program yang digelar masif hingga ke tingkat Polres ini jadi tameng utama menghadapi potensi gejolak harga pangan, khususnya beras. Dari kota sampai pelosok, beras SPHP disalurkan merata dengan harga terjangkau.
Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun menegaskan, capaian ini bukan sekadar angka. “Ini bukti nyata komitmen kami membantu masyarakat mendapatkan beras murah sekaligus menjaga stabilitas pasokan,” ujarnya, Rabu (17/12/2025).
Distribusi terbesar tercatat di Lampung Selatan dan Lampung Timur, disusul Polresta Bandar Lampung, Lampung Tengah, dan Pesawaran. Daerah lain seperti Way Kanan, Pesisir Barat, Tulang Bawang Barat, Metro, hingga Mesuji juga kebagian jatah signifikan.
Tak asal salur, Polda Lampung menerapkan pengawasan berlapis. Tujuannya satu: memastikan beras benar-benar sampai ke warga yang membutuhkan, bukan ke tangan spekulan.
“Setiap Polres kami minta ketat mengawasi penyaluran. Tidak boleh melenceng,” tegas Yuni.
Program ini masih berlanjut. Ratusan ton beras SPHP kembali digelontorkan pada Rabu dengan fokus wilayah berdaya beli rendah dan kebutuhan tinggi. Evaluasi dilakukan berkala agar dampaknya langsung dirasakan masyarakat.
“Gerakan Pangan Murah ini untuk rakyat. Kami ingin daya beli terjaga, harga stabil, dan kebutuhan pokok aman,” pungkas Yuni.
Dengan capaian ini, Polda Lampung membuktikan Polri tak hanya hadir menjaga keamanan, tapi juga berdiri di barisan terdepan urusan perut rakyat.












