Lampung Tengah – Menjelang bulan puasa dan Idul Fitri, Satgas Sapu Bersih (Saber) Pangan turun langsung ke pasar. Hasilnya, sebagian besar harga bahan pokok di Pasar Bandar Jaya, Lampung Tengah, masih terpantau stabil.
Pemantauan dilakukan Minggu (8/2) oleh tim gabungan dari Satgas Saber Pangan Polda Lampung, Polres Lampung Tengah, Badan Pangan Nasional (Bapanas), hingga kontributor Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP).
Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Yuni Iswandari mengatakan, pengawasan ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan pasokan dan kestabilan harga menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).
“Secara umum harga dan pasokan bahan pokok di Lampung Tengah terpantau stabil. Tidak ditemukan lonjakan signifikan pada sebagian besar komoditas,” ujarnya.
Beras hingga Daging Masih Terkendali
Dari hasil pemantauan, harga beras medium tercatat Rp 13.500 per kilogram, sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET). Beras premium dijual Rp 14.500 per kilogram, masih di bawah HET.
Komoditas lain seperti gula pasir (Rp 17.000/kg), bawang merah (Rp 36.000/kg), dan bawang putih (Rp 33.000/kg) juga masih berada di bawah Harga Acuan Pemerintah (HAP).
Untuk protein hewani, daging ayam ras dijual Rp 40.000/kg sesuai HAP, telur ayam ras Rp 29.000/kg, dan daging sapi Rp 120.000/kg—seluruhnya masih dalam batas acuan pemerintah.
Cabai Rawit dan Kedelai Mulai Merangkak
Namun tidak semua komoditas tenang. Harga cabai rawit merah tercatat Rp 75.000 per kilogram atau berada di atas HAP. Kenaikan ini dipicu keterbatasan stok akibat berkurangnya pasokan dari Lampung Barat karena faktor cuaca.
Sementara itu, kedelai impor juga terpantau berada di atas HAP dengan harga Rp 13.000 per kilogram. Meski demikian, stok dinilai masih mencukupi kebutuhan pasar.
“Cabai rawit merah menjadi komoditas yang mengalami kenaikan harga karena faktor pasokan,” jelas Yuni.
Pengawasan Diperketat Jelang Ramadan
Satgas Saber Pangan menegaskan pengawasan akan diperketat untuk mencegah praktik penimbunan, permainan harga, hingga peredaran pangan yang tidak memenuhi standar keamanan.
Langkah ini menjadi bagian dari koordinasi awal kegiatan Saber Pangan 2026 yang difokuskan menjaga stabilitas harga dan kelancaran distribusi pangan menjelang Ramadan dan Idul Fitri.
Rencananya, pemantauan serupa akan dilanjutkan ke Kabupaten Tanggamus pada Senin (9/2).
Bagi masyarakat, hasil pemantauan ini menjadi sinyal bahwa mayoritas bahan pokok masih dalam kondisi aman, meski sejumlah komoditas perlu diwaspadai pergerakan harganya dalam beberapa pekan ke depan.












