Jelang Ramadan 2026, Pemprov Lampung dan BI Perkuat Stabilisasi Harga Pangan

Info Grafis okehnews.com

Bandar Lampung – Pemerintah Provinsi Lampung bersama Bank Indonesia mulai memperkuat koordinasi untuk menjaga stabilitas harga pangan menjelang Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah. Langkah antisipatif ini dilakukan guna meredam potensi lonjakan harga komoditas strategis yang kerap memicu inflasi dan menekan daya beli masyarakat.

Upaya tersebut mengemuka dalam High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se-Provinsi Lampung yang digelar di Bandar Lampung, Selasa (10/2/2026). Dalam forum itu ditegaskan, sinergi lintas sektor menjadi kunci utama menjaga stabilitas harga dari tingkat produsen hingga konsumen.

Integrasi Hulu hingga Hilir

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Bimo Epyanto, menekankan bahwa pengendalian inflasi tidak bisa lagi dilakukan secara parsial.

“Penguatan sisi hulu perlu diintegrasikan dengan pascapanen, hilirisasi, dan distribusi dalam satu ekosistem sinergi agar pasokan terjaga dan harga lebih stabil,” ujar Bimo.

Bank Indonesia mencermati potensi tekanan inflasi yang bersumber dari kelompok volatile food atau bahan pangan bergejolak. Kelompok ini biasanya mengalami kenaikan harga signifikan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), termasuk Ramadan dan Lebaran.

Karena itu, optimalisasi produksi dalam daerah serta penguatan cadangan pangan menjadi prioritas guna memastikan ketersediaan pasokan di pasar tetap aman.

Intervensi Pasar dan Pengawasan Ketat

Sebagai langkah konkret, TPID Lampung menyiapkan sejumlah strategi intervensi, antara lain:

Gerakan Pangan Murah (GPM)

Operasi pasar difokuskan pada wilayah yang mulai mengalami tekanan harga signifikan.

Ketahanan Stok Beras

Perum BULOG memastikan cadangan beras pemerintah tersedia dan siap disalurkan sesuai kebutuhan masyarakat.

Satgas Pangan

Bersama aparat penegak hukum, pengawasan distribusi diperketat untuk mencegah penimbunan dan spekulasi harga.

Kesiapan Energi dan Logistik

Tak hanya pangan, kesiapan energi dan infrastruktur juga menjadi perhatian. Pertamina memastikan pasokan BBM dan LPG dalam kondisi aman selama periode peningkatan konsumsi.

Di sisi lain, Dinas Perhubungan Provinsi Lampung menyiapkan sarana dan prasarana transportasi guna mendukung kelancaran arus mudik sekaligus distribusi logistik selama Lebaran 2026.

Melalui forum tersebut, Gubernur Lampung berharap respons cepat terhadap potensi gejolak harga dapat menjaga stabilitas ekonomi daerah secara menyeluruh. Keberhasilan strategi ini, menurutnya, sangat bergantung pada ketepatan pelaksanaan kebijakan di lapangan dalam beberapa pekan mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *