Dua Mahasiswi Terseret Arus Sungai Batu Putu, Tim SAR Lakukan Pencarian

Tim SAR gabungan melakukan operasi pencarian dua mahasiswi terseret arus sungai baru putu.

Bandar Lampung (okehnews) – Dua mahasiswi dilaporkan hilang setelah terseret arus Sungai Batu Putu di kawasan wisata Wira Garden, Kecamatan Teluk Betung Utara, Kota Bandar Lampung, Rabu (1/4) siang.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 13.05 WIB saat empat orang pengunjung tengah beraktivitas di aliran sungai. Namun, debit air tiba-tiba meningkat sehingga menyeret seluruhnya. Dua orang berhasil menyelamatkan diri, sementara dua lainnya masih dalam pencarian.

Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Lampung menerima laporan kejadian pada pukul 13.15 WIB dari rekan korban. Tim rescue kemudian diberangkatkan menuju lokasi yang berjarak sekitar 32,2 kilometer dari kantor SAR.

Setibanya di lokasi, tim SAR gabungan langsung melakukan koordinasi dan penilaian awal sebelum memulai operasi pencarian. Upaya pencarian dilakukan dengan membagi tim menjadi empat Search and Rescue Unit (SRU) yang menyisir sejumlah titik di sepanjang aliran sungai.

Area pencarian meliputi Jembatan Sumur Putri, Jembatan PLTD, Jembatan Beton Teluk, hingga Jembatan Kota Karang dengan radius penyisiran sekitar 1,5 kilometer dari lokasi kejadian.

Operasi tersebut melibatkan berbagai unsur, antara lain Basarnas, BPBD Kota Bandar Lampung, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Polresta Bandar Lampung, PMI, Forum Rescue Relawan Lampung (FRRL), serta masyarakat setempat.

Hingga Rabu malam sekitar pukul 19.33 WIB, kedua korban belum ditemukan. Tim SAR gabungan kemudian menghentikan sementara operasi pencarian dan dijadwalkan melanjutkan kembali pada Kamis (2/4) pagi.

Meski operasi dihentikan sementara, pemantauan tetap dilakukan di sejumlah titik bendungan guna mengantisipasi kemungkinan korban terbawa arus lebih jauh.

Kepala Kantor SAR Lampung melalui Komandan Tim Rescue Santosa menyatakan bahwa kondisi arus sungai yang masih deras menjadi kendala utama dalam proses pencarian. Selain itu, hujan ringan di wilayah hulu turut memengaruhi debit air di lokasi kejadian.

Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada saat beraktivitas di sekitar aliran sungai, terutama saat kondisi cuaca tidak menentu yang berpotensi meningkatkan debit air secara tiba-tiba.

Dua korban yang masih dalam pencarian diketahui berinisial B (23), warga Kampung Baru, dan F (23), warga Kabupaten Pesawaran. Sementara dua korban selamat adalah RY dan D.

Tim SAR gabungan terus berupaya maksimal dalam proses pencarian dengan dukungan peralatan, seperti perahu karet, perlengkapan selam, dan alat deteksi bawah air.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *