Bandar Lampung – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Solar masih masih terjadi di Kota Bandar Lampung. Hal tersebut terlihat dari antrean panjang yang terjadi di sejumlah titik stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kota Bandar Lampung.
Kelangkaan solar ini tidak hanya terjadi pada pengendara mobil, sejumlah nelayan juga mengaku kesulitan mendapatkan bahan bakar solar bersubsidi. pada akhirnya mereka pun mencari alternatif lain dengan cara beralih ke bahan bakar minyak jenis Dexlite agar bisa tetap melaut mencari ikan.
hal itu diungkapkan Yaya salah seorang nelayan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Lempasing Bandar Lampung, yang mengaku saat ini sulit untuk mendapatkan BBM solar bersubsidi.
“Iya mau bagaimana lagi, kan solar langka, dan kami harus tetep melaut buat makan. Mau gak mau beralih ke dexlite, untuk bisa melaut” ungkapnya, Sabtu (19/3/2022).
Ditempat yang sama, Wandi selaku koordinator dan pengawas nelayan di TPI Lempasing mengatakan, memang kondisi nelayan saat ini masih kesulitan untuk mencari BBM Solar.
“Jadi memang kita agak kesulitan, tapi kita mensiasati dengan cara diganti (dicampur) dengan dexlite agar mereka tetap melaut. hal itu dilakukan agar kuotanya para nelayan terpenuhi semua, jadi di bagi-bagi seluruh nelayan, baik nelayan besar, maupun nelayan kecil jadi dapet semua gitu,” ungkapnya.
Lebih lanjut wandi menjelaskan, untuk saat ini pasokan memang mengalami pengurangan dari pusat, dan semua harus dibagi rata walaupun tidak seperti seblum mengalami kelangkaan.
“Kalau untuk jatah mereka yang jelas ada pengurangan, karena memang ketentuan dari pusat. Jadi, intinya kita disini bagaimana nelayan bisa dapat dengan merata, dan mereka bisa melaut encari nafkah” jelasnya.
Saat ditanyakan berapa banyak jumlah pasokan yang dikurangi Wandi mengaku dirinya tidak mengetahuinya.
“untuk pengurangan itu, saya kurang paham berapanya,” terangnya.
Terkait dampak dari dikurangi nya pasokan solar tersebut, Wandi menyatakan sangat berdampak sekali pada penghasilan nelayan.
“Sangat berdampak sekali, mereka tidak bisa melaut lama, hanya sebentar dan bergantung dengan stok bahan bakar, artinya ini sangat berdampak dengan pendapatan juga ya,” katanya.
Selain karena BBM solar yang langka, permasalahan seperti cuaca juga menghinggapi para nelayan yang hendak melaut juga menjadi faktor berkurangnya pendapatan mereka.
“Harapan saya agar BBM solar bisa terpenuhi kembali seperti biasa, Kasihan dengan para nelayan semoga mereka juga bisa sejahtera,” pungkasnya.












