Kejurda FESPATI Lampung Jadi Pintu Menuju Kejurnas, Bidik Tembus Lima Besar Nasional

Lampung Selatan, (okehnews) – Federasi Seni Panahan Tradisional Indonesia (FESPATI) Lampung menggelar Kejuaraan Daerah (Kejurda) 2026 sebagai bagian dari program kerja organisasi sekaligus tahapan seleksi atlet menuju Kejuaraan Nasional (Kejurnas) FESPATI 2026 di Jawa Timur.

Kejuaraan yang berlangsung di Masjid Al Hijrah, Kota Baru, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan, Sabtu (1/8), itu diikuti sekitar 200 atlet panahan tradisional dari enam pengurus cabang (Pengcab) FESPATI se-Lampung.

Ketua Harian FESPATI Lampung Riza Fauzi, mewakili Ketua Umum H. Riyanto Pamungkas, mengatakan Kejurda tahun ini memiliki peran strategis karena menjadi bagian dari proses pembinaan sekaligus seleksi atlet yang akan memperkuat kontingen Lampung pada Kejurnas FESPATI 2026.

“Kejurda ini merupakan agenda dalam program kerja FESPATI Lampung dan menjadi salah satu tahapan menuju Kejurnas FESPATI 2026 di Jawa Timur. Dari kejuaraan ini akan dipilih atlet-atlet terbaik untuk mewakili Lampung,” kata Riza.

Menurut dia, penyelenggaraan Kejurda 2026 berbeda dibandingkan tahun sebelumnya. Seluruh pertandingan telah menerapkan Buku Pedoman Pertandingan FESPATI Tahun 2026, sehingga sistem kompetisi berlangsung lebih profesional, sistematis, dan memiliki standar yang sama dengan tingkat nasional.

Riza menyebut antusiasme peserta juga mengalami peningkatan. Tahun ini jumlah atlet yang ambil bagian mencapai sekitar 200 orang atau lebih banyak dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya. Hal tersebut dinilai menjadi indikator meningkatnya minat masyarakat terhadap olahraga panahan tradisional.

Dalam Kejurda kali ini dipertandingkan sejumlah kategori, yakni Pelajar U-9, U-12, U-15, dan U-18 putra-putri, kategori umum putra-putri, Jemparing putra-putri, Hunting putra-putri, serta Horseback Archery (HBA) putra-putri.

Selain menggelar kompetisi, FESPATI Lampung terus memperkuat pembinaan atlet melalui sejumlah program prioritas. Di antaranya pemusatan latihan bagi atlet Pelatda, program FESLA Goes to School, serta Liga Pelajar FESLA untuk memperluas pembinaan atlet usia dini.

Namun, upaya meningkatkan prestasi masih menghadapi tantangan. Riza mengakui keterbatasan sarana latihan dan minimnya jumlah pelatih menjadi kendala yang harus segera diatasi.

“Kami berharap ada dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, agar pembinaan panahan tradisional di Lampung dapat berjalan lebih optimal. Sarana latihan dan ketersediaan pelatih masih menjadi kebutuhan utama,” ujarnya.

FESPATI Lampung juga berharap pemerintah daerah dapat memberikan dukungan nyata terhadap pengembangan olahraga panahan tradisional dan horseback archery di Provinsi Lampung. Menurut Riza, kolaborasi antara pemerintah dan organisasi olahraga diperlukan agar panahan tradisional semakin dikenal dan diminati masyarakat.

Dengan meningkatnya jumlah peserta serta pembinaan yang terus diperkuat, FESPATI Lampung menargetkan mampu membawa kontingen daerah menembus lima besar nasional pada Kejurnas FESPATI 2026 di Jawa Timur.

Target tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi para atlet untuk meningkatkan kemampuan sekaligus mengharumkan nama Lampung di tingkat nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *