PTPN I Jadi Pusat Riset Bibit Unggul Perkebunan Nasional di Lampung Selatan

Bandarlampung -PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I (Persero) resmi ditetapkan sebagai pusat riset dan pengembangan bibit unggul perkebunan nasional melalui kolaborasi lintas kementerian, lembaga riset, perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan mitra strategis.

Penetapan tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Riset dan Teknologi Pengembangan Tanaman Perkebunan Unggulan di Kabupaten Lampung Selatan, Kamis (23/7).

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan pemerintah berkomitmen memperkuat sektor perkebunan melalui pengembangan bibit unggul dan hilirisasi komoditas strategis.

Program tersebut diawali dengan pengembangan kelapa hibrida, kakao unggul, dan kopi prioritas yang diharapkan mampu meningkatkan produktivitas perkebunan sekaligus kesejahteraan petani.

“PTPN I dipersiapkan menjadi pusat riset dan pengembangan bibit unggul perkebunan nasional. Kementerian Pertanian menyiapkan bibit, BRIN dan perguruan tinggi melaksanakan riset, sedangkan PTPN I menyediakan lahan sebagai lokasi pengembangan.
Hasilnya diharapkan dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas perkebunan dan kesejahteraan masyarakat,” kata Zulkifli Hasan dalam keterangan resmi.

Menurut dia, kawasan tersebut juga akan dikembangkan secara bertahap sebagai agrowisata terpadu berbasis perkebunan dan pesisir melalui sinergi dengan InJourney serta mitra perbankan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

Sebagai implementasi kerja sama, PTPN I menyediakan lahan untuk kegiatan riset, pemuliaan tanaman, uji budidaya, serta pengembangan kebun induk bibit. Sementara itu, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama perguruan tinggi bertugas melaksanakan penelitian dan inovasi teknologi.

Di sisi lain, Kementerian Pertanian mendukung penyediaan dan sertifikasi bibit unggul, sedangkan InJourney bersama mitra perbankan mendukung pengembangan kawasan beserta pembiayaannya.

Direktur Utama PTPN I (Persero) Abdul Rivai Ras mengatakan kolaborasi lintas sektor menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem inovasi perkebunan nasional.

“PTPN I berkomitmen memastikan hasil riset tidak berhenti di laboratorium, tetapi diimplementasikan menjadi bibit unggul yang mampu meningkatkan produktivitas perkebunan, memperkuat daya saing komoditas nasional, dan memberikan manfaat nyata bagi petani serta masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan transformasi sektor perkebunan perlu didukung inovasi, teknologi, dan riset guna menghasilkan varietas unggul yang adaptif terhadap perubahan iklim sekaligus mendukung produktivitas dan keberlanjutan industri perkebunan nasional.

Sementara itu, Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Pangan Kasan menilai penandatanganan PKS tersebut menjadi langkah awal pembangunan pusat riset perkebunan nasional yang terintegrasi.

Menurut dia, keberhasilan program akan diukur dari implementasi di lapangan serta kemampuan menghasilkan bibit unggul yang dapat dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat.

Bagi PTPN I, kolaborasi tersebut merupakan bagian dari strategi transformasi perusahaan yang menempatkan inovasi, digitalisasi, dan kemitraan sebagai penggerak utama penciptaan nilai tambah.

Melalui sinergi seluruh pemangku kepentingan, PTPN I optimistis pusat riset bibit unggul di Lampung Selatan dapat menjadi rujukan nasional dalam pengembangan material tanam berkualitas, sekaligus memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan kesejahteraan petani, dan mendukung daya saing perkebunan Indonesia di pasar global.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *