Erupsi Anak Krakatau Ganggu Penerbangan, Bandara Radin Inten II Bagikan Makanan hingga Masker ke Penumpang

Lampung Selatan, (okehnews) – Erupsi Gunung Anak Krakatau tak hanya menjadi persoalan aktivitas vulkanik. Dampaknya turut merembet ke layanan penerbangan. Sejumlah pengguna jasa di Bandara Internasional Radin Inten II ikut terdampak kondisi operasional penerbangan akibat aktivitas erupsi tersebut.

Di tengah situasi itu, pengelola Bandara Internasional Radin Inten II melakukan service recovery untuk menangani penumpang yang terdampak, Senin (7/9).

Petugas bandara membagikan air kemasan, makanan ringan, dan masker kepada pengguna jasa. Tak berhenti pada bantuan logistik, petugas juga memberikan pendampingan serta informasi mengenai perkembangan operasional penerbangan kepada penumpang.

Langkah tersebut dilakukan sebagai respons terhadap kondisi penerbangan yang terganggu akibat situasi di luar kendali operator bandara. Namun, di sisi lain, ketidakpastian jadwal penerbangan tetap menjadi persoalan yang harus dihadapi penumpang.

General Manager Bandara Internasional Radin Inten II Kiki Eprina Arieanti mengatakan keselamatan dan keamanan tetap menjadi prioritas utama dalam kondisi tersebut.

“Kami memahami bahwa kondisi seperti ini dapat menimbulkan ketidaknyamanan bagi pengguna jasa. Melalui Service Recovery Activation, kami berupaya hadir secara langsung untuk memberikan perhatian dan pelayanan kepada penumpang yang terdampak,” kata Kiki.

Menurut dia, pemberian air kemasan, makanan ringan, dan masker merupakan bagian dari upaya memberikan pelayanan kepada penumpang selama berada di bandara.

“Kami ingin memastikan bahwa dalam kondisi apa pun, pengguna jasa tetap merasakan kehadiran dan kepedulian kami,” ujarnya.

Pengelola bandara juga berkoordinasi dengan maskapai dan pemangku kepentingan penerbangan lainnya untuk menangani penumpang serta memperbarui informasi mengenai perkembangan operasional penerbangan.

Koordinasi menjadi penting karena keputusan terkait penerbangan tidak hanya bergantung pada kondisi pelayanan di terminal. Faktor keselamatan penerbangan dan perkembangan aktivitas vulkanik menjadi pertimbangan utama dalam menentukan operasional.

Karena itu, penumpang yang terdampak diminta tidak hanya mengandalkan informasi dari sesama pengguna jasa atau media sosial. Mereka diimbau memantau perkembangan status penerbangan melalui kanal resmi maskapai dan petugas bandara.

“Kami ingin memastikan bahwa dalam kondisi apa pun, pengguna jasa tetap merasakan kehadiran dan kepedulian kami. Bagi kami, memberikan pelayanan terbaik bukan hanya ketika operasional berjalan normal, tetapi juga ketika terjadi situasi yang membutuhkan perhatian dan penanganan lebih,” kata Kiki.

Aktivitas Gunung Anak Krakatau dengan demikian bukan sekadar persoalan di kawasan gunung api. Ketika dampaknya masuk ke sektor penerbangan, tantangan berikutnya adalah memastikan keselamatan tetap menjadi batas utama, sementara kebutuhan informasi dan kenyamanan penumpang tidak terabaikan.

Bandara Radin Inten II menyatakan layanan Service Recovery Activation merupakan bagian dari upaya memberikan pendampingan kepada pengguna jasa yang menghadapi situasi tidak terduga selama berada di bandara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *