Bandarlampung – El Nino bikin musim kemarau di Bandarlampung lebih kering dalam tiga tahun terakhir.
Dampak El Nino di Indonesia umumnya terasa kuat pada musim kemarau yaitu pada bulan Juli – Agustus – September – Oktober.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandarlampung, Ahmad Husna, mengatakan El Nino bikin musim kemarau di Bandarlampung lebih kering dan panas.
“Sedikitnya tujuh kecamatan mengalami kekeringan dan kekurangan air bersih,” ujar Husna saat dihubungi pada Jumat (25/8/2023).
Tujuh kecamatan yang terdampak El Nino yaitu Sukabumi, Bumi Waras, Sukarame, Langkapura, Kedamaian, Tanjungkarang Pusat, dan Kedaton.
Husna menyampaikan sejak awal bulan Agustus 2023, BPBD Kota Bandarlampung telah menyalurkan air bersih bagi warga di tujuh kecamatan tersebut.
“Sampai tadi pagi, sebanyak 85.000 liter air bersih disalurkan bagi warga setempat,” kata dia.
Tujuh dari 20 kecamatan se-Bandarlampung itu, lanjut Husna, merupakan daerah yang memang rentan mengalami kekeringan pada musim kemarau.
“Mudah-mudahan tidak ada lagi kecamatan yang mengalami kekeringan karena memang yang paling krusial kekeringan itu di tujuh kecamatan ini,” jelas Husna.
Musim kemarau di Bandarlampung lebih kering terdampak El Nino.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan El Nino merupakan fenomena memanasnya suhu muka laut di Samudera Pasifik bagian tengah hingga timur.
El Nino pada umumnya berdampak pada berkurangnya curah hujan secara drastis di Indonesia.

Berdasarkan prediksi curah hujan bulanan BMKG per tanggal 1 Agustus 2023, beberapa wilayah akan mengalami curah hujan bulanan dengan kategori rendah (0 – 100 mm/bulan), utamanya pada Agustus – September – Oktober.
Wilayah tersebut meliputi Sumatera bagian tengah hingga selatan, pulau Jawa, Bali hingga Nusa Tenggara, Kalimantan bagian selatan, sebagian besar Sulawesi, sebagian Maluku Utara, sebagian Maluku dan Papua bagian selatan.
Prakiraan curah hujan di Provinsi Lampung sepanjang Agustus 2023 berkisar 20-50 mm atau rendah.
Curah hujan ini terbilang minim dalam tiga tahun terakhir pada bulan yang sama.

Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bandarlampung mencatat jumlah curah hujan pada Agustus 2020 (224.8); Agustus 2021 (70.7); Agustus 2022 (178.9) mm.
Kepala BPBD Kota Bandarlampung Ahmad Husna berharap masyarakat dapat beradaptasi menghadapi musim kemarau ekstrim untuk keselamatan diri dan keluarga.
“Karena El Nino ini gejala alam, diharapkan masyarakat dapat lebih efisien menggunakan air. Utamakan dulu untuk kebutuhan rumah tangga,” kata Husna.
Husna juga mengimbau masyarakat, khususnya anak-anak, untuk membatasi aktivitas di luar ruangan karena El Nino memperburuk musim kemarau yang mengakibatkan kekeringan dan debu.
“Kalau bisa tetap di dalam rumah, dan kalau sekolah tidak bermain di luar ruangan, karena berdampak pada saluran pernapasan,” ujar dia.
Terakhir, Husna meminta masyarakat agar tidak membakar sampah dan waspada terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan dengan tidak membuang puntung rokok sembarangan.












