Bandar Lampung – Hujan deras yang mengguyur Kota Bandar Lampung selama kurang lebih dua jam, Kamis (8/1) sore hingga malam, kembali memicu banjir di sejumlah wilayah. Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat sedikitnya sembilan kecamatan terdampak, dengan genangan air masuk ke rumah warga, jalan utama, hingga fasilitas usaha.
Berdasarkan pantauan dan koordinasi Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kota Bandar Lampung, hujan yang turun sejak pukul 17.00 hingga 19.00 WIB menyebabkan air meluap dari saluran drainase dan sungai-sungai kecil, terutama di kawasan padat permukiman.
Kecamatan Kedaton menjadi salah satu wilayah terdampak paling awal. Genangan terjadi di Jalan Teuku Umar, tepatnya di depan Makam Pahlawan, serta di sejumlah gang permukiman di Kelurahan Penengahan dan Kedaton. Di wilayah ini, banjir berdampak pada tiga kepala keluarga dengan total 10 jiwa.
Di Way Halim, genangan air meluas di Kelurahan Way Halim Permai, Jagabaya II, dan Jagabaya III. Titik-titik rawan seperti Jalan Kimaja, Jalan Sultan Agung, hingga Jalan Pajajaran kembali tergenang. BPBD mencatat sedikitnya 11 kepala keluarga dengan 40 jiwa terdampak di kecamatan ini.
Banjir juga melanda Labuhan Ratu, Tanjungkarang Barat, dan Tanjungkarang Timur. Di Kelurahan Sawah Lama, air masuk ke rumah warga di gang-gang permukiman Jalan Hayam Wuruk. Total lima kepala keluarga dengan 21 jiwa terdampak di wilayah ini.
Sementara itu, di Sukarame dan Sukabumi, genangan terjadi hingga larut malam. Air merendam halaman rumah, jalan lingkungan, bahkan masuk ke dalam rumah dan kafe. Di Kecamatan Sukarame tercatat sembilan kepala keluarga dengan 16 jiwa terdampak, sementara di Sukabumi mencapai tujuh kepala keluarga dengan 24 jiwa.
Wilayah Kedamaian dan Bumi Waras juga tak luput dari banjir. Di Kelurahan Kalibalau Kencana, air menggenangi permukiman di sepanjang Jalan Pangeran Antasari.
Sedangkan di Kelurahan Garuntang, Kecamatan Bumi Waras, banjir terjadi hingga dini hari, dengan air masuk ke rumah warga di kawasan Kampung Karawang.
Sekretaris BPBD Provinsi Lampung Wahyu Hidayat menyatakan, hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi dalam durasi singkat masih menjadi pemicu utama banjir di kawasan perkotaan, terutama di wilayah yang sistem drainasenya belum optimal.
“Dari laporan yang kami terima, banjir dipicu oleh luapan air hujan yang tidak tertampung drainase, diperparah oleh sedimentasi dan penyempitan saluran di kawasan padat bangunan,” kata Wahyu Hidayat, Kamis malam.
Menurutnya, kejadian ini menunjukkan bahwa kerentanan banjir di Bandar Lampung masih tinggi, meski hujan tidak berlangsung lama. Ia menekankan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap sistem drainase kota serta pengendalian alih fungsi lahan di daerah tangkapan air.
BPBD Kota Bandar Lampung melaporkan, Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) telah diterjunkan ke seluruh lokasi terdampak untuk melakukan evakuasi, pemantauan genangan, serta membantu warga yang terjebak banjir.
Peristiwa ini kembali menegaskan rapuhnya tata kelola lingkungan perkotaan di Bandar Lampung. Hujan dengan durasi relatif singkat masih berulang kali memicu banjir di titik-titik yang sama. Tanpa pembenahan drainase secara menyeluruh dan kebijakan lingkungan yang konsisten, banjir diperkirakan akan terus menjadi ancaman rutin setiap musim hujan.












