Bandar Lampung, (okehnews)- PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional IV Tanjungkarang memanfaatkan momentum Hari Anak Nasional 2026 untuk memperkuat program tanggung jawab sosial perusahaan (TJSL) yang berorientasi pada pemberdayaan ekonomi inklusif. Salah satu langkah yang dilakukan ialah memberikan ruang bagi anak-anak berkebutuhan khusus untuk menampilkan karya dan kreativitas mereka dalam ajang Lampung International Fashion Move (LIFMOVE) 2026.
Program tersebut dilaksanakan melalui kolaborasi dengan komunitas Growing Hope, yang selama ini fokus mendampingi anak-anak berkebutuhan khusus dalam mengembangkan keterampilan, kreativitas, hingga menghasilkan produk bernilai ekonomi.
Manager Humas PT KAI (Persero) Divre IV Tanjungkarang, Azhar Zaki Assjari, mengatakan peringatan Hari Anak Nasional menjadi momentum untuk memastikan setiap anak memperoleh kesempatan yang sama dalam mengembangkan potensi, termasuk melalui ruang publik yang inklusif.
“Setiap anak memiliki hak yang sama untuk tumbuh, berkembang, dan menunjukkan kemampuannya. Melalui kolaborasi bersama Growing Hope, KAI ingin menghadirkan ruang yang inklusif agar anak-anak berkebutuhan khusus dapat tampil percaya diri dan memperoleh apresiasi dari masyarakat. Ini merupakan bagian dari komitmen KAI dalam menghadirkan manfaat sosial yang berkelanjutan melalui program TJSL,” kata Zaki dalam keterangan tertulis, Rabu (22/7).
Dalam kegiatan tersebut, anak-anak binaan Growing Hope menampilkan busana dan karya seni hasil kreativitas mereka di panggung LIFMOVE 2026. Penampilan itu tidak hanya menjadi wadah unjuk bakat, tetapi juga menunjukkan bahwa anak berkebutuhan khusus memiliki potensi untuk menghasilkan karya yang memiliki nilai sosial sekaligus nilai ekonomi.
Growing Hope sendiri merupakan komunitas yang mendampingi anak-anak berkebutuhan khusus melalui pelatihan keterampilan dan kreativitas. Sejumlah hasil karya peserta kemudian dipasarkan melalui merek Growing Hope Inclusive (GHI) sebagai bagian dari upaya menciptakan kemandirian ekonomi.
Dari sisi bisnis berkelanjutan, langkah KAI dinilai sejalan dengan penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) serta mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada aspek pendidikan berkualitas, pengurangan kesenjangan, dan pemberdayaan masyarakat secara inklusif.
KAI berharap kolaborasi tersebut tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi mampu membuka peluang yang lebih luas bagi anak-anak berkebutuhan khusus untuk mengembangkan kompetensi, membangun kepercayaan diri, dan meningkatkan kemandirian ekonomi melalui karya kreatif yang dihasilkan.
Melalui program TJSL, perusahaan juga menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan kegiatan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus memperkuat ekosistem yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas.
> Catatan redaksi: Naskah ini disusun dengan gaya ekonomi ala Jawa Pos, menonjolkan aspek pemberdayaan ekonomi, nilai tambah sosial, dan dampak keberlanjutan, tanpa menghilangkan substansi siaran pers serta tetap berpegang pada Kode Etik Jurnalistik.












