5G Makin Ngebut di Bali, SMARTFREN Perluas Unlimited 5G hingga Lima Wilayah

Brand Marketing SMARTFREN XLSMART, Edtine Pamilien Gensana; Regional Group Head XLSMART Area Bali Nusra, Donny Darmawan; Chief Marketing Officer XLSMART, Alfons Eric Bosch Sansa; Group Head Marketing Segment SMARTFREN XLSMART, Astiyanto Tri Muktiwibowo; Regional Technical Head XLSMART Area Bali Nusra, Mochamad Irwan Harahap dan Group Head Corporate Communications & Sustainability XLSMART, Reza Z. Mirza dalam acara Media Update 5G SMARTFREN Unlimited di Bali, Denpasar, Sabtu (15/8).

Denpasar, (okehnews) – Persaingan bisnis telekomunikasi memasuki babak baru. Pertumbuhan penggunaan jaringan 5G di Bali mulai membuka peluang lebih besar bagi operator untuk menggarap ekonomi digital, terutama sektor pariwisata, hospitality, UMKM, hingga industri kreatif.

PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART) melalui merek SMARTFREN memperkuat penetrasi layanan 5G di Pulau Dewata dengan menghadirkan pengalaman Unlimited 5G bagi pelanggan.

Langkah tersebut dilakukan di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap konektivitas berkecepatan tinggi. Bukan hanya untuk berselancar di internet, tetapi juga menunjang aktivitas bisnis dan produktivitas yang semakin bergantung pada layanan digital.

Chief Marketing Officer XLSMART Alfons Bosch Sansa mengatakan, pertumbuhan adopsi 5G menunjukkan kebutuhan masyarakat terhadap konektivitas dengan kapasitas dan kualitas yang semakin tinggi.

“Melalui Unlimited 5G, kami ingin memastikan manfaat teknologi 5G dapat semakin mudah dirasakan oleh masyarakat Indonesia,” kata Alfons dalam keterangan tertulis, Sabtu (15/8).

Bali menjadi salah satu pasar yang dinilai memiliki potensi besar. Aktivitas ekonomi di wilayah tersebut tidak lepas dari sektor pariwisata dan industri turunannya yang semakin membutuhkan konektivitas digital.

Mulai dari hotel, restoran, pelaku perjalanan wisata, pekerja digital, kreator konten, hingga UMKM kini semakin bergantung pada internet untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.

Kondisi tersebut membuat penguatan jaringan telekomunikasi tidak hanya berkaitan dengan kualitas layanan konsumen. Infrastruktur digital juga menjadi bagian dari ekosistem ekonomi daerah.

Diperkuat Lebih dari 1.000 BTS 5G

Untuk memperkuat layanan di Bali, XLSMART menyebut jaringan 5G mereka kini didukung lebih dari 1.000 BTS 5G yang tersebar di lima wilayah.

Kelima wilayah tersebut meliputi Kota Denpasar, Kabupaten Badung, Kabupaten Bangli, Kabupaten Tabanan, dan Kabupaten Gianyar.

Denpasar menjadi salah satu pusat aktivitas pemerintahan dan ekonomi. Sementara Badung dikenal sebagai salah satu kawasan dengan konsentrasi pariwisata dan hospitality terbesar di Bali.

Adapun Gianyar, Tabanan, dan Bangli memiliki potensi ekonomi yang beragam, mulai dari pariwisata, UMKM hingga ekonomi kreatif.

Penguatan jaringan dilakukan di sejumlah kawasan strategis. Di antaranya permukiman, pusat pemerintahan, kawasan bisnis dan perdagangan, pendidikan, sentra ekonomi kreatif, hospitality, serta destinasi wisata.

Group Head Marketing Segment SMARTFREN XLSMART Astiyanto Tri Muktiwibowo mengatakan pelanggan dapat menikmati Unlimited 5G selama berada dalam cakupan jaringan 5G XLSMART, menggunakan perangkat yang kompatibel, dan memiliki paket aktif.

“Jaringan 5G XLSMART telah tersedia di lebih dari 50 kota dan kabupaten di berbagai wilayah Indonesia,” ujarnya.

Secara regional, jaringan XLSMART di Bali dan Nusa Tenggara didukung lebih dari 17 ribu BTS.

Infrastruktur tersebut menjadi modal penting bagi perusahaan untuk mengantisipasi pertumbuhan trafik data sekaligus meningkatkan kapasitas jaringan di tengah perubahan perilaku masyarakat yang semakin digital.

Peluang Baru Ekonomi Digital

Regional Group Head XLSMART Area Bali Nusra Donny Darmawan menilai karakter ekonomi Bali membuat kebutuhan terhadap konektivitas berkualitas semakin penting.

Menurut dia, pertumbuhan pengguna 5G menunjukkan masyarakat mulai terbuka terhadap pemanfaatan teknologi generasi terbaru untuk berbagai kebutuhan.

“Bagi Bali, hal ini memiliki arti strategis karena konektivitas turut mendukung daya saing sektor pariwisata, UMKM, hospitality, serta ekonomi kreatif,” kata Donny.

Dengan konektivitas yang semakin cepat, pelaku usaha dapat memanfaatkannya untuk berbagai aktivitas. Mulai dari promosi melalui media sosial, transaksi digital, layanan pelanggan, produksi konten, hingga live streaming.

Bagi sektor pariwisata, konektivitas juga menjadi bagian dari pengalaman wisatawan. Informasi destinasi, reservasi, pembayaran, hingga komunikasi selama perjalanan semakin bergantung pada jaringan internet.

Di sisi lain, kebutuhan terhadap konektivitas berkapasitas tinggi juga terus berkembang seiring meningkatnya penggunaan layanan video, gim, konferensi daring, hingga produksi konten digital.

Kecepatan hingga 500 Mbps

SMARTFREN menyebut layanan Unlimited 5G memberikan akses internet tanpa batas kecepatan atau pembatasan kecepatan berdasarkan paket. Kecepatan dapat mencapai hingga 500 Mbps, dengan catatan bergantung pada kondisi jaringan, perangkat, lokasi, trafik, dan faktor teknis lainnya.

Paket Unlimited 5G tersedia dalam pilihan masa aktif 28 hari, 14 hari, dan 7 hari.

Namun, pelanggan tetap harus memenuhi sejumlah syarat untuk menikmati layanan tersebut. Di antaranya menggunakan perangkat yang mendukung 5G, memiliki paket aktif, serta berada di wilayah yang telah terjangkau jaringan 5G XLSMART.

Penguatan jaringan juga menjadi bagian dari strategi XLSMART setelah perusahaan menggabungkan bisnis XL Axiata, Smartfren Telecom, dan Smart Telecom.

Dalam perkembangan terbaru, XLSMART mengklaim telah memiliki lebih dari 265 ribu BTS dengan jumlah pelanggan lebih dari 69 juta di Indonesia.

Perusahaan juga mencatat empat penghargaan Ookla Speedtest Awards H1 2026, yakni Best Mobile Network in Indonesia 2026, Best 5G Network in Indonesia 2026, Fastest 5G in Indonesia 2026, serta Best 5G Video Experience in Indonesia 2026.

Bagi industri telekomunikasi, capaian tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pertarungan operator tidak lagi sebatas memperluas cakupan jaringan. Kualitas, kapasitas, dan pengalaman pelanggan menjadi arena persaingan berikutnya.

Sementara bagi Bali, semakin kuatnya infrastruktur 5G berpotensi menjadi salah satu penopang ekonomi digital. Ketika aktivitas wisata, usaha kecil, hingga industri kreatif semakin bergeser ke ruang digital, konektivitas cepat bukan lagi sekadar fasilitas tambahan, melainkan bagian dari infrastruktur ekonomi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *