Lampung, (okehnews) – Gunung Anak Krakatau kembali bikin perhatian tertuju ke Selat Sunda. Dalam hitungan jam, gunung api tersebut tercatat erupsi sebanyak lima kali pada Sabtu (22/8).
Yang bikin aktivitas vulkaniknya mencuri perhatian, beberapa erupsi menghasilkan kolom abu hingga 400 meter di atas puncak. Abu berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal teramati mengarah ke barat daya.
Erupsi pertama tercatat pukul 11.57 WIB. Kolom abu mencapai sekitar 400 meter di atas puncak. Letusan terekam seismograf dengan amplitudo maksimum 55 milimeter dan berlangsung selama 139 detik.
Aktivitas kembali terjadi pukul 15.12 WIB. Tinggi kolom abu sekitar 200 meter di atas puncak dengan amplitudo maksimum 58 milimeter dan durasi 20 detik.
Belum berselang lama, pukul 15.13 WIB Anak Krakatau kembali erupsi. Kolom abu kembali mencapai sekitar 400 meter di atas puncak. Saat laporan dibuat, erupsi tersebut masih berlangsung.
Gunung api itu kemudian kembali meletus pukul 15.40 WIB. Kolom abu sekitar 400 meter di atas puncak, dengan amplitudo maksimum 60 milimeter dan durasi 71 detik.
Tiga menit kemudian, tepat pukul 15.43 WIB, erupsi kelima kembali tercatat. Kolom abu mencapai sekitar 400 meter di atas puncak dengan durasi 15 detik dan amplitudo maksimum 55 milimeter.
Jika dihitung dari erupsi pertama hingga kelima, aktivitas tersebut terjadi dalam rentang sekitar 3 jam 46 menit.
Namun, belum ada perubahan status. Gunung Anak Krakatau masih berada pada Level III (Siaga).
Data tersebut merupakan laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, Kementerian ESDM, melalui MAGMA Indonesia.
Masyarakat diminta tidak terpancing informasi yang tidak berasal dari sumber resmi. Perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau sebaiknya dipantau melalui informasi resmi PVMBG dan Badan Geologi.












