Ike Edwin Bikin Polisi Dekat dengan Rakyat, Kini Warga Rindu Program “Berkantor di Luar

Mantan Kapolda Lampung Irjen Pol (pur) Dr. Ike Edwin. Foto dokumen.

Lampung, (okehnews) – Masyarakat tidak hanya membutuhkan polisi ketika terjadi gangguan keamanan. Lebih dari itu, warga ingin merasakan kehadiran polisi dalam kehidupan sehari-hari.

Kerinduan itu muncul terhadap pola pendekatan kepolisian yang pernah dijalankan saat Irjen Pol Dr. Ike Edwin menjabat Kapolda Lampung pada 2016.

Salah satu program yang masih diingat warga adalah “berkantor di luar”. Melalui program tersebut, Kapolda tidak hanya menjalankan aktivitas kedinasan dari Mapolda Lampung.

Kapolda juga mendatangi berbagai wilayah. Mulai dari desa atau kelurahan, kecamatan hingga kabupaten.

Bagi masyarakat, kehadiran pimpinan kepolisian secara langsung memberikan kesempatan untuk menyampaikan persoalan tanpa harus menunggu bertemu di kantor kepolisian.

Zainal, warga Sidomulyo, Lampung Selatan, mengatakan masyarakat kala itu menyambut antusias ketika Kapolda dijadwalkan berkantor di luar.

“Warga sangat antusias. Kami bisa bertemu langsung dengan pimpinan tertinggi polisi di Lampung,” ujar Zainal.

Menurut Zainal, kesempatan bertemu langsung itu membuat masyarakat dapat menyampaikan persoalan yang mereka hadapi.

Termasuk persoalan hukum yang sedang mereka laporkan atau tengah ditangani oleh kepolisian.

“Kalau ada persoalan hukum yang sedang dihadapi atau ditangani polisi, masyarakat bisa menyampaikannya langsung kepada Kapolda,” katanya.

Bukan Sekadar Bertemu Kapolda

Menurut Zainal, program tersebut juga membuat masyarakat lebih mengenal jajaran Polda Lampung.

Sebab, dalam kegiatan di lapangan, masyarakat tidak hanya bertemu Kapolda. Mereka juga dapat mengenal para pejabat utama Polda Lampung yang ikut hadir.

“Jadi masyarakat bukan hanya kenal Kapoldanya. Para PJU Polda juga kami kenal karena datang langsung dan berbaur dengan warga,” ujarnya.

Menurut dia, kedekatan seperti itu membuat masyarakat merasa memiliki akses kepada pimpinan kepolisian.

Warga juga merasa lebih mudah menyampaikan persoalan yang mereka hadapi.

“Warga merasa lebih dekat. Mereka merasa didengar dan diayomi,” katanya.

Polisi Hadir di Gang dan Persimpangan

Kerinduan terhadap kehadiran polisi di tengah masyarakat juga disampaikan Ardian, warga Bandar Lampung.

Ia mengingat suasana Kota Bandar Lampung pada masa tersebut. Menurut Ardian, polisi lebih sering terlihat melakukan patroli di berbagai lokasi.

Termasuk di gang dan persimpangan.

“Waktu itu Bandar Lampung terlihat aman dan nyaman karena ada sosok polisi yang berada di setiap gang dan persimpangan,” ujar Ardian.

Ia juga mengingat patroli lalu lintas dan Sabhara yang menurutnya cukup sering terlihat di tengah aktivitas masyarakat.

Bagi Ardian, kehadiran polisi tidak selalu harus dalam bentuk penindakan.

Patroli yang melintas saja sudah memberikan rasa aman bagi warga.

“Kadang hanya lewat atau menghidupkan sirene saja sudah membuat warga merasa ada polisi. Itu membuat warga merasa nyaman,” katanya.

Warga Ingin Pimpinan Turun Langsung

Kini, harapan serupa kembali disampaikan Zainal.

Ia berharap pimpinan kepolisian di daerah juga dapat menghadirkan pola komunikasi langsung dengan masyarakat.

Harapan itu disampaikan di tengah adanya sejumlah pergantian pimpinan kepolisian di daerah, termasuk pada level Kapolres.

“Saat ini banyak pimpinan kepolisian di daerah, setingkat Kapolres, yang baru. Saya berharap para Kapolres bisa mengaplikasikan program yang baik seperti ini,” ujar Zainal.

Menurut dia, program tersebut tidak harus dilakukan dengan bentuk yang sama seperti 2016.

Yang terpenting, pimpinan kepolisian bersedia turun langsung ke wilayahnya.

Kapolres dapat datang ke desa atau kelurahan, bertemu warga, mendengar keluhan serta melihat langsung persoalan keamanan dan pelayanan kepolisian.

“Kalau pimpinan datang langsung, masyarakat merasa lebih dekat. Mereka tahu siapa yang memimpin kepolisian di daerahnya dan bisa menyampaikan persoalan secara langsung,” katanya.

Kedekatan Polisi dan Warga

Bagi warga, kehadiran polisi bukan hanya soal patroli.

Ada rasa aman yang muncul ketika masyarakat melihat personel kepolisian hadir di lingkungan mereka.

Begitu pula ketika pimpinan kepolisian bersedia turun langsung dan membuka ruang dialog.

Pola tersebut dinilai dapat membuat masyarakat lebih mudah berkomunikasi dengan aparat.

Pada 2016, pendekatan kepolisian yang dilakukan Ike Edwin juga mendapat apresiasi. Mantan Kapolda Lampung tersebut menerima Mitrapol Award sebagai Kapolda 2016 Paling Fenomenal dari Pemimpin Umum Mitrapol, Jenderal (Purn) Roesmanhadi, di Wisma Bhayangkara, Mabes Polri.

Kini, bagi Zainal dan Ardian, yang diharapkan bukan sekadar mengulang program lama.

Mereka berharap semangat untuk mendekatkan polisi dengan masyarakat kembali menjadi bagian dari pelayanan kepolisian.

Sebab, bagi warga, polisi yang hadir bukan hanya ketika terjadi persoalan adalah polisi yang lebih mudah dikenal, ditemui dan diajak berkomunikasi.

Pimpinan datang, warga didengar. Polisi hadir, masyarakat merasa lebih dekat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *