Opini  

Raih Bonus Demografi dengan Generasi Berencana

Oleh :

Destriani Aisyah Barmawi
Penyuluh KB Kabupaten Pesawaran

Remaja adalah harapan bangsa, kata ini terdengar klise namun benar adanya. Karena saat ini Indonesia memiliki jumlah penduduk remaja yang mencapai 30% dari total penduduk secara keseluruhan. Ini merupakan kondisi yang kritis namun strategis untuk dibina, karena remaja merupakan aset bangsa yang dipersiapkan untuk menghadapi bonus demografi yang diperkirakan terjadi 1-2 dekade mendatang, dimana dimasa itu remaja akan masuk pada usia produktif.

Di prediksi Indonesia akan mendapatkan bonus demografi pada rentang waktu tahun 2020-2035 dengan masa puncak di sekitar tahun 2030. Pada rentang waktu tersebut dimana jumlah masyarakat dengan usia produktif yaitu dengan kisaran umur 15-64 tahun jauh lebih banyak melebihi mereka yang termasuk dalam usia non-produktif (anak-anak dibawah umur 14 tahun, dan lansia diatas 65 tahun). Artinya, pada masa itu angkatan kerja jumlahnya sangat besar sedangkan tanggungan beban kelompok tersebut terhadap kelompok usia anak dan lansia sangat rendah.

Peluang yang hanya terjadi sekali saja dan tidak bertahan lama, dan ini harus dipersiapkan secara maksimal, sehingga Indonesia dapat memetik keutungan dari bonus demografi yang tidak semua negara mengalaminya. Salah satu prasyarat yang harus dipenuhi oleh suatu negara apabila ingin memperoleh manfaat besar dari bonus demografi yaitu sumber daya manusia yang berkualitas.

Pemerintah harus menyiapkan kebijakan untuk mempersiapkan generasi remaja yang berkualitas yang mampu mengatasi permasalahan remaja yang kompleks, seiring dengan masa transisinya seperti penyalahgunaan Narkotika, psikotropika dan zat aditif (NAPZA), seksualitas dan HIV/AIDS. Sehingga nantinya generasi remaja mampu menjadi aktor pembangunan yang berkompetensi dan memiliki daya saing tinggi yang diharapkan akan membawa Indonesia menuju masa keemasannya.

Sejalan dengan amanat Undang-undang Nomor 52 Tahun 2009, BKKBN sebagai institusi pemerintah yang bergerak dalam bidang kependudukan dan keluarga berencana juga ikut menyiapkan strategi-strategi untuk membantu program pemerintah.

BKKBN melalui program-program kerjanya mendorong terciptanya keluarga berkualitas, sehingga diharapkan akan menghasilkan generasi yang berkualitas pula, terutama bagi remaja dalam keluarga.

Dengan mendidik remaja sehat dan berkualitas, berarti kita juga mempersiapkan masa depan bangsa yang berkualitas. Remaja yang berkualitas merupakan salah satu peluang untuk mendapat bonus demografi yang sudah didepan mata.

Generasi Berencana (GenRe)

Remaja kini menjadi target baru yang akan disasar BKKBN selain pasangan menikah. Bukan pula untuk diarahkan tentang pemakaian alat kontrasepsi, melainkan menunda usia perkawinan, sebagaimana program pendewasaan usia perkawinan (PUP).

Salah satu program yang telah dikembangkan BKKBN beberapa tahun terakhir adalah program Generasi Berencana yang disingkat program GenRe. Menurut buku Materi Pegangan Kader Tentang Bimbingan dan Pembinaan Keluarga Remaja, yang diterbitkan BKKBN pada tahun 2012, Program GenRe adalah suatu program untuk memfasilitasi terwujudnya Tegar Remaja, yaitu remaja yang berperilaku sehat, terhindar dari resiko Triad KRR (Kesehatan Reproduksi Remaja), menunda usia perkawinan, mempunyai perencanaan kehidupan berkeluarga untuk mewujudkan keluarga kecil bahagia sejahtera serta menjadi contoh, model, idola dan sumber informasi bagi teman sebayanya.

Sedangkan GenRe adalah remaja/mahasiswa yang memiliki pengetahuan, bersikap dan berperilaku sebagai remaja/mahasiswa, untuk menyiapkan dan perencanaan yang matang dalam kehidupan berkeluarga. Remaja atau mahasiswa GenRe yang mampu melangsungkan jenjang-jenjang pendidikan secara terencana, berkarir dalam pekerjaan secara terencana, dan menikah dengan penuh perencanaan sesuai siklus kesehatan reproduksi.

Program GenRe mempunyai tujuan untuk membantu remaja memahami dan mempraktekkan pola hidup sehat dan berakhlak, pola hidup yang berketahanan sebagai dasar mewujudkan keluarga kecil bahagia dan sejahtera serta membantu remaja agar memahami dan bisa mempersiapkan diri menjadi Generasi Berencana Indonesia.

Sasaran program ini adalah remaja usia 10-24 tahun dan belum menikah, keluarga yang mempunyai remaja, dan masyarakat peduli remaja.

Program GenRe dilakukan melalui dua pendekatan. Pertama melalui Pusat Informasi dan Konseling Remaja/Mahasiswa (PIK-R/M) yaitu wadah bagi program penyiapan kehidupan berkeluarga bagi remaja yang dikelola dari, oleh dan untuk remaja/mahasiswa guna memberikan pelayanan informasi dan konseling tentang kesehatan reproduksi serta kegiatan-kegiatan penunjang lainnya.

Pendekatan kedua melalui Kelompok Bina Keluarga Remaja (BKR) yaitu, suatu kelompok/wadah kegiatan yang anggotanya terdiri dari keluarga yang mempunyai remaja usia 10-24 tahun yang dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku orang tua remaja dalam rangka pembinaan tumbuh kembang remaja. Karena remaja masih sangat perlu mendapatkan bimbingan dan dukungan dari orang tua, sekolah dan lingkungan untuk menjadi pribadi yang mandiri dan bertanggung jawab.

Pembangunan berwawasan kependudukan yang menempatkan penduduk sebagai sentral dalam pembangunan, sejalan pula dengan pembangunan SDM remaja.

Konsep dasar pembangunan dikaitkan dengan kependudukan merupakan proses perubahan untuk menuju kondisi yang lebih baik atau lebih maju, agar tercipta kualitas penduduk yang lebih baik. Kebijakan pembangunan bagi remaja adalah bagaimana meningkatkan kualitas tingkat pendidikan dan pengembangan life skills.

Pembelajaran life skills dinilai penting bagi remaja, karena remaja merupakan calon penerus pembangunan, dan untuk mencapainya, remaja harus memiliki pertumbuhan dan perkembangan pribadi baik secara fisik, mental, emosional dan spiritual yang baik pula. Selain itu juga, pembelajaran ini dapat membantu para remaja untuk memasuki tahapan kehidupan selanjutnya, agar kedepannya mereka menjadi SDM yang unggul dan produktif.

Remaja yang memiliki life skills ini, akan menjadi modal bagi pembangunan kedepannya. Sebagai SDM yang handal secara IQ, EQ dan SQ, para remaja yang akan menjadi pelopor, calon penggerak pembangunan masa depan.

PIK-R Desa Hurun
PIK-R menjadi wadah bagi remaja untuk mengaktualisasikan diri bersama kelompok sebayanya. Usia remaja biasanya lebih banyak menghabiskan waktu bersama teman sebayanya dan remaja lebih nyaman menceritakan keluh kesahnya dengan teman sebaya dibandingkan orang tua.

PIK-R Desa Hurun merupakan salah satu dari kelompok PIK-R yang ada di Kecamatan Teluk Pandan Kabupaten Pesawaran. Dalam kegiatannya PIK-R Desa Hurun bersinergi dengan Karang Taruna, Remaja Islam Masjid (Risma) dan Muli Mekhanai desa tersebut. Diantaranya pengelolaan bank sampah, bioskop mini bagi anak TPA, sepak bola, pencak silat, dan kegiatan seni adat Lampung seperti khudat Lampung dan gambus.

Salah satu kegiatan yang menjadi fokus perhatian PIK-R Desa Hurun adalah pembinaan life skills, dimana kegiatan ini sangat berguna bagi remaja untuk masa depan mereka. Pembinaan life skills yang telah dilakukan oleh PIK-R Desa Hurun adalah pelatihan pengolahan sampah plastik menjadi kerajinan tangan, pelatihan jurnalistik, pelatihan fotografi dan pelatihan public speaking.

Dari pelatihan tersebut, diharapkan para remaja yang tergabung dalam PIK-R Desa Hurun bisa memperoleh keterampilan khusus non akademik. Selain itu, bertujuan agar remaja mampu mengembangkan potensi dirinya, bakat dan hobi mereka sehingga mendatangkan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya di masa depan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *