Arus Balik Mulai Menggila, Bakauheni Meledak 45% — Merak Justru Lesu di Hari H Lebaran

Bakauheni (okehnews) – Pergerakan penyeberangan Lebaran 2026 di lintasan Jawa–Sumatera menunjukkan anomali di hari H (HH). Saat arus dari Jawa ke Sumatera melemah, lonjakan tajam justru terjadi dari Sumatera ke Jawa melalui Bakauheni.

Data Posko Angkutan Lebaran mencatat, selama 24 jam pada 22 Maret 2026 (00.00–23.59 WIB), arus penyeberangan dari Merak dan sekitarnya cenderung menurun.

Dari Pelabuhan Merak, Ciwandan, hingga BBJ Bojonegara, total penumpang yang menyeberang dari Jawa ke Sumatera hanya mencapai 53.594 orang. Angka ini turun 4,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 55.997 orang.
Penurunan juga terlihat pada total kendaraan. Tercatat 13.383 unit menyeberang, atau turun 5,7 persen dari tahun lalu sebanyak 14.193 unit.

Jika diurai, kendaraan roda dua justru naik tipis 3,3 persen menjadi 5.858 unit. Namun kendaraan roda empat turun cukup dalam hingga 12,1 persen menjadi 7.115 unit. Penurunan paling tajam terjadi pada angkutan logistik, dengan truk hanya 163 unit—anjlok 27,9 persen. Sebaliknya, bus mengalami kenaikan 23,5 persen menjadi 247 unit.

Meski trafik harian melemah, akumulasi penyeberangan dari H-10 hingga hari H tetap menunjukkan tren positif. Total penumpang mencapai 952.458 orang, naik 1 persen dibandingkan tahun lalu. Sementara kendaraan menembus 253.049 unit atau naik 5,6 persen.
Berbanding terbalik, kondisi di Bakauheni justru memanas. Lonjakan signifikan terjadi pada arus dari Sumatera ke Jawa.

Selama periode yang sama, jumlah penumpang yang menyeberang dari Bakauheni, Wika Beton, hingga BBJ Muara Pilu mencapai 51.751 orang—melonjak 30,5 persen dibandingkan tahun lalu yang hanya 39.657 orang.

Kenaikan drastis juga terjadi pada kendaraan. Total kendaraan mencapai 14.094 unit atau naik 45,3 persen dari tahun lalu sebanyak 9.697 unit.

Lonjakan paling mencolok terjadi pada kendaraan logistik. Truk yang menyeberang mencapai 1.202 unit, meroket hingga 189,6 persen dibandingkan tahun lalu. Kendaraan roda dua juga melonjak 59,4 persen menjadi 5.248 unit, disusul roda empat yang naik 27,9 persen menjadi 7.407 unit. Sementara bus tercatat naik 19,7 persen menjadi 237 unit.

General Manager PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Bakauheni, Partogi Tamba, mengonfirmasi adanya peningkatan signifikan arus balik pada hari H Lebaran tahun ini.

Secara kumulatif, arus dari Sumatera ke Jawa sejak H-10 hingga HH mencapai 480.613 penumpang atau naik 5,8 persen. Sementara total kendaraan mencapai 102.031 unit, meningkat 11,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Perbedaan kontras antara Merak dan Bakauheni di hari H mengindikasikan pola pergerakan pemudik yang mulai bergeser. Arus balik tampak datang lebih cepat, sementara arus mudik dari Jawa mulai kehilangan momentum. Jika tren ini berlanjut, puncak arus balik Lebaran 2026 berpotensi terjadi lebih awal dari perkiraan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *